1.300 Guru SD di Kebumen Ikuti Bimtek SPAB, Siapkan Sekolah Jadi Zona Aman Bencana

Siapkan sekolah tangguh bencana, 1.300 Guru SD Kebumen dibekali keterampilan evakuasi dan penyelamatan. (Foto: BPBD Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Sebanyak 1.300 guru Sekolah Dasar (SD) negeri dari 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen memperkuat kapasitasnya dalam menghadapi potensi bencana melalui kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Pendidikan Aman Bencana (BIMTEK SPAB).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen ini bertujuan menjadikan satuan pendidikan sebagai zona yang siaga dan tangguh bencana.

Berita Lainnya

Kegiatan yang dibuka oleh Plt Kepala Disdikpora Kebumen, Agus Sunaryo, pada 29 September tersebut, menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen sebagai narasumber utama.

Dalam pelatihan ini, para pendidik dibekali pemahaman komprehensif mulai dari pencegahan bencana, penanganan darurat, hingga langkah-langkah pascabencana.

BACA JUGA: Antisipasi Tsunami, BMKG Edukasi Warga Pesisir Kebumen Lewat Sekolah Lapang

Peserta dibagi ke dalam empat kelas untuk memastikan materi tersampaikan secara maksimal.

Tidak hanya teori, rangkaian Bimtek juga dilengkapi dengan simulasi penyelamatan mandiri dan evakuasi korban terdampak bencana, yang memungkinkan para guru mempraktikkan prosedur keselamatan secara langsung di lapangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kebumen, Luhur Rahpinuji, menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan di sekolah.

“Pelatihan ini bukan hanya sekadar teori, tapi harus diteruskan ke seluruh warga sekolah agar tetap siaga dan waspada dalam kondisi apapun. Baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi, kita harus siap menghadapinya,” ujar Luhur.

Luhur berharap para pendidik mampu mengidentifikasi jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah mereka dan memiliki keterampilan untuk melakukan penyelamatan diri sendiri serta orang lain.

BACA JUGA: BPBD Kebumen Distribusikan 15.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Menurutnya, pemahaman mendalam ini krusial mengingat Kebumen dikenal sebagai “supermarket bencana” karena keragaman ancaman bencananya.

Luhur juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan menyasar jenjang pendidikan lain.

Tidak hanya terbatas pada sekolah dasar, demi meningkatkan ketangguhan daerah secara menyeluruh.

Berita terkait