5 Aktor Korea Paling Dibenci Netizen di 2025

Aktor Korea Paling Dibenci
Aktor Korea paling dibenci 2025. (Sumber: Istimewa)

TAHUN 2025 menjadi salah satu periode paling volatile bagi industri hiburan Korea Selatan. Bukan hanya karena rilisan drama dan film, tetapi karena sejumlah artis pria dan wanita yang berubah statusnya di mata netizen menjadi salah satu yang paling dibenci sepanjang tahun ini.

Faktor yang memicu kebencian netizen sangat beragam, dari rumor hubungan sensitif, tuduhan moral, hingga skandal pribadi yang menyulut cancel culture tajam.

Berikut ini daftar 5 aktor dan artis Korea paling dibenci netizen di 2025 berdasarkan berbagai laporan publik dan basis opini daring yang beredar luas.

Kontroversi dan Reaksi Netizen

Kim Soo-hyun, mantan “aktor termahal Korea” ini menjadi salah satu figur paling dibenci pada 2025. Bukan karena perannya di drama, tetapi karena kontroversi hubungan pribadi yang mencuat ke publik. Tuduhan lama tentang hubungan dengan mendiang aktris Kim Sae-ron ketika masih di bawah umur kembali mencuat dan memicu gelombang hujatan serta seruan boycott terhadapnya dan brand yang bekerja sama dengannya.

Netizen bahkan mengancam memboikot lebih dari 18 merek besar jika hubungan itu tidak diputus, dan beberapa kerjasama pun ditangguhkan.

Jung Woo-sung. Aktor senior yang sebelumnya dikenal elegan jatuh dalam daftar ini setelah sejumlah skandal personal mengenai kehidupan cinta pribadinya mencuat. Salah satunya adalah pengakuan bahwa ia memiliki anak di luar nikah dengan seorang model, dan hal itu mencederai citra publiknya sebagai sosok idola bersih. Banyak netizen menyebut perilakunya “tidak bertanggung jawab” sehingga memicu kritik luas.

Cho Jin-woong. Aktor berpengalaman ini terjerat dalam berbagai tuduhan masa lalu seperti kekerasan terhadap rekan kerja, pelanggaran lalu lintas, hingga citra negatif yang menghancurkan reputasi profesionalnya. Publik merasa kecewa dan marah karena skandal ini membuat citra tokoh yang tadinya dihormati kini dipandang tidak pantas.

Yoon Ji-on. Aktor yang awalnya memiliki citra “pria baik” mengalami kemerosotan besar setelah ditangkap karena drunk driving/DUI dan tuduhan pencurian sepeda motor pada 16 September 2025. Isu ini membuatnya menarik diri dari beberapa produksi drama dan mendorong kebencian netizen yang memandangnya sebagai contoh buruk bagi publik figur.

Lee Jin-ho, Meski nama ini mungkin kurang dikenal internasional, Lee Jin-ho termasuk dalam daftar artis yang paling dibenci netizen karena serangkaian kontroversi besar termasuk perjudian ilegal dan kasus DUI, serta hutang besar sekitar 2,3 miliar won yang disorot secara tajam oleh publik. Kehidupan pribadinya yang kacau membuat netizen sangat skeptis terhadap profesionalisme dan integritasnya.

Mengapa Kontroversi Ini Menarik Perhatian Netizen?

Fenomena netizen Korea yang memasukkan artis ke dalam daftar yang paling dibenci menandakan bagaimana cancel culture berjalan cepat di era media sosial. Ketika isu muncul, baik yang berhubungan moral, hukum, maupun etika, respons publik bisa sangat tajam dan trendi.

Dalam kasus Kim Soo-hyun, netizen tidak hanya menghujat si aktor, tapi juga mendesak merek besar untuk memutus kerja sama dengannya sebagai konsekuensi dari skandal tersebut.

BACA JUGA: Terobosan Besar! Film “TIMUR” Garapan Iko Uwais Tantang Avatar di Bioskop Indonesia

Sementara Yoon Ji-on dipandang jatuh karena kesalahan personal yang langsung mempengaruhi kariernya, netizen juga mencemooh perannya di drama yang tengah berjalan.

Tidak jarang pula, publik menerjemahkan kontroversi ini sebagai penurunan standar moral selebritas, yang memicu diskusi panjang di forum daring dan social media tentang bagaimana figur publik seharusnya bertindak.

Selain itu, beberapa nama lain dari daftar skandal besar 2025 termasuk Taeil eks NCT dan Seungri eks BIGBANG yang terlibat dalam kejadian kriminal atau kontroversi lain, mempertegas musim skandal artis Korea yang sangat intens sepanjang tahun tersebut.

Bagaimana Industri Hiburan Menanggapi & Dampaknya

Reaksi industri terhadap kebencian netizen ini juga beragam. Beberapa aktor mencoba melakukan permintaan maaf publik, sementara agensi mulai mempertimbangkan tindakan hukum terhadap ujaran kebencian atau fitnah yang tidak berdasar. Misalnya, agensi Kim Soo-hyun diketahui mempertimbangkan langkah hukum terhadap konten negatif yang beredar, menandakan ketegangan antara artis dan netizen secara hukum.

Dampak dari fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh artis yang bersangkutan tetapi juga pada proyek produksi mereka. Beberapa drama atau film ditunda atau dibatalkan karena citra aktor yang terkontroversi, sementara brand kampanye memilih merestrategi ulang kerja sama mereka dalam menghadapi tekanan netizen.

Trend ini menunjukkan bahwa di era digital, publik memiliki pengaruh kuat terhadap karier seorang artis — terutama di Korea Selatan di mana cancel culture bekerja cepat dan tak kenal ampun. Netizen Korea sering kali menjadi otoritas tak resmi dalam menentukan masa depan profesional selebritas.

Berita terkait