SEMARANG, Beritakebumen.com – Polda Jawa Tengah akan melaksanakan Operasi Keselamatan Candi 2026 selama 14 hari penuh, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini menjadi tahap persiapan penting untuk menyambut puncak arus mudik Lebaran pada Maret mendatang.
Kegiatan rutin yang bertujuan menekan angka kecelakaan ini akan berlangsung di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kebumen.
Sebagai langkah awal, Polda Jateng mengadakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Gedung Borobudur Mapolda Jateng pada Rabu, 28 Januari 2026.
BACA JUGA: Operasi Zebra Candi 2025 di Kebumen Catat Ratusan Pelanggaran, Pengendara Roda Dua Dominasi
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, membuka langsung kegiatan ini dengan dihadiri oleh jajaran pejabat utama serta Kasat Lantas dari 35 Polres.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Latif menekankan pentingnya pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menegakkan hukum.
Operasi tahun ini memprioritaskan sembilan jenis pelanggaran lalu lintas, di antaranya:
- Pengendara yang tidak menggunakan helm SNI.
- Aksi melawan arus dan balap liar.
- Penggunaan ponsel saat mengemudi.
- Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau di bawah umur.
- Penggunaan knalpot brong serta kendaraan yang melebihi batas kecepatan.
- Boncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor.
Selain menjaga ketertiban, operasi ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki Operasi Ketupat Candi 2026 pada Maret mendatang untuk mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 H.
BACA JUGA: Polres Kebumen Siaga! Cek Kesiapan Sarpras Operasi Lilin Candi 2025 Amankan Natal dan Tahun Baru
Brigjen Pol Latif menginstruksikan jajaran untuk memetakan titik rawan kecelakaan (blank spot) dan memastikan kesiapan jalur arteri maupun tol.
Pihaknya berharap masyarakat semakin disiplin dalam berkendara demi menurunkan angka fatalitas kecelakaan.
“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Polri di lapangan, terutama dalam menjamin keamanan menjelang hari raya,” pungkas Wakapolda.






