Pagelaran Eksotika Tjintjinggoeling 2026 Hidupkan Sejarah dan Budaya Roma Jatinegara

Eksotika Tjintjinggoeling
Pagelaran Eksotika Tjintjinggoeling (PET) 2026. Sumber: Teguh Hindarto

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Masyarakat Roma Kebon, Desa Jatinegara, Kabupaten Kebumen, kembali menggelar Pagelaran Eksotika Tjintjinggoeling (PET) 2026 sebagai upaya merawat warisan budaya sekaligus merefleksikan nilai-nilai sejarah yang melekat di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni 2026 itu menghadirkan rangkaian acara budaya, sosial, keagamaan, hingga edukasi sejarah dengan tema “Air dan Kehidupan”.

Pagelaran yang telah diinisiasi sejak 2024 tersebut menjadi agenda budaya tahunan masyarakat setempat. Berbagai kegiatan digelar sejak 14 Juni 2026, diawali dengan aksi bersih situs budaya dan kawasan lingkungan. Agenda berlanjut dengan kegiatan bersih dusun pada 15 Juni 2026, penyembelihan hewan kurban dan kenduri massal pada 16 Juni, pasar malam Suran pada 17–19 Juni 2026, serta Pasar Kaget Sorjati (Ngisor Wit Jati) pada 20 Juni.

Berita Lainnya

BACA JUGA: Jangan Terlewat, Daftar Ulang SPMB Jateng 2026 Berakhir 25 Juni

Founder Pagelaran Eksotika Tjintjinggoeling, Bondan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat.

“Pagelaran Eksotika Tjintjinggoeling ini merupakan ikhtiar untuk menyulam kembali jati diri bangsa yang mulai memudar. Budaya harus terus dijaga, tidak hanya dalam simbol, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Study Trip Sejarah

Puncak acara berlangsung pada 21 Juni 2026 melalui kegiatan study trip sejarah yang berkolaborasi dengan komunitas Historical Study Trips (HST). Mengusung tema “Mengulik Tjintjinggoeling, Melacak Roma Jatinegara”, peserta diajak menelusuri jejak sejarah kawasan Gombong dan sekitarnya yang dahulu dikenal sebagai Remo atau Roma Jatinegara.

BACA JUGA: SPMB Jateng 2026: Taj Yasin Larang Praktik Titipan Siswa di Sekolah Negeri

Dipandu oleh Teguh Hindarto bersama tim HST, peserta melakukan konvoi menuju Bukit Kedoya untuk menikmati panorama Gombong dan Waduk Sempor. Dari lokasi tersebut, peserta mempelajari peran Sungai Tjintjinggoeling yang selama berabad-abad menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

Berita terkait