Kemiskinan di Jawa Tengah Turun, BPS Catat Tingkat Kemiskinan Menjadi 9,21 Persen

Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Tengah Turun Jadi 3,29 Juta Orang pada Maret 2026. (Foto: Diskominfo Jateng)

SEMARANG, Beritakebumen.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jawa Tengah terus menunjukkan tren penurunan.

Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin mencapai 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk.

Berita Lainnya

Angka tersebut berkurang 59.390 orang dibandingkan September 2025 dan turun 81.250 orang dibandingkan Maret 2025.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa penghitungan kemiskinan menggunakan pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar (basic need approach).

Berdasarkan metode tersebut, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp596.676 per kapita per bulan.

Sedangkan rata-rata garis kemiskinan per rumah tangga miskin mencapai Rp2.571.674 per bulan.

BACA JUGA: BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026, Ketua DPRD Kebumen Jadi Role Model Pendataan

Komoditas makanan seperti beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang utama garis kemiskinan.

Sementara itu, perumahan menjadi komponen terbesar dari kebutuhan bukan makanan.

BPS juga mencatat persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 8,59 persen, lebih rendah dibandingkan perdesaan yang mencapai 9,96 persen.

Dalam kesempatan yang sama, BPS melaporkan ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,71 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Jawa Tengah juga menyumbang 14,50 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 8,19 persen terhadap perekonomian nasional.

Berita terkait