Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun
KARTUN legendaris Doraemon tak lagi muncul di daftar jadwal siaran RCTI sejak akhir Desember 2025, menandai berakhirnya masa tayang lebih dari tiga dekade di televisi nasional Indonesia. Serial anime ini pertama kali hadir di Indonesia melalui RCTI pada 9 Desember 1990 dan nyaris menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas akhir pekan keluarga.
Selama 35 tahun, petualangan robot kucing dari abad ke-22 ini menemani generasi penonton Indonesia di Minggu pagi. Namun sejak Minggu, 4 Januari 2026 judul tersebut tidak lagi muncul dalam jadwal RCTI yang dipantau platform resmi RCTI+. Stasiun televisi maupun pemegang lisensi belum merilis alasan penghentian atau tujuan distribusi berikutnya untuk anime ini.
Alasan Populer dan Reaksi Publik: Agak Laen: Menyala Pantiku! Mengunci Status Film Terlaris Indonesia
Kabar berhentinya Doraemon dari RCTI memicu nostalgia dan spekulasi di kalangan penggemar. Generasi 90-an hingga 2000-an ramai mengenang momen bangun pagi untuk menunggu Nobita dan kawan-kawan.
Sejumlah penggemar berbagi kenangan mereka di media sosial, seperti komentar bahwa “Doraemon sudah menemani sejak kecil sampai kerja” dan bahwa “kehilangan tayangan ini serasa ditinggal teman masa kecil.”
BACA JUGA: Agak Laen: Menyala Pantiku! Mengunci Status Film Terlaris Indonesia
Momen ini mencerminkan dampak emosional yang kuat bagi audiens yang tumbuh bersama karakter-karakter anime tersebut.
Gadget Unik, Ending Cerita, dan Sejarah Pencipta
Doraemon dikenal bukan hanya karena kisahnya, tetapi karena alat-alat ajaib ikonik yang muncul dalam ceritanya, yang kini dibahas ulang oleh penggemar dan media. Beberapa alat yang paling dikenang antara lain:
- Mesin waktu, gerbang pertama yang membawa Doraemon ke masa Nobita.
- Baling-baling bambu, alat terbang yang sering dipakai untuk petualangan.
- Pintu ke mana saja, yang memungkinkan berpindah tempat instan.
- Kantong empat dimensi, sumber semua alat canggih Doraemon.
- Kamera Dress Up, alat yang dapat langsung mengubah penampilan.
Kisah Doraemon sendiri berakar dari manga yang ditulis oleh Fujiko F. Fujio sejak 1969, berseri di majalah anak dan kemudian diadaptasi menjadi anime yang meluas global, menjadikannya ikon budaya pop dari Jepang dengan penjualan jutaan kopi di seluruh dunia.
Soal “ending” cerita, pengarang manga Fujiko F. Fujio meninggal pada 1996 tanpa menyusun akhir baku untuk kisah Doraemon, sehingga serial terus berkembang dalam format anime dan film tanpa penutup definitif; kisah paling terkenal tentang calon “akhir” yang disebarkan penggemar terkait kondisi Doraemon setelah baterainya habis tetap bukan karya resmi dan tidak ditetapkan sebagai ending sah.
Nasib Doraemon di Era Digital
Meskipun Doraemon telah berhenti tayang di RCTI, serial ini tidak hilang sepenuhnya. Penggemar masih dapat menikmati episode dan film melalui layanan streaming digital atau kemungkinan tayangan di stasiun televisi lain. Warisan gadget ikonik, cerita klasik, dan sejarah panjang serial ini menjadi warisan budaya yang terus hidup dalam berbagai media. Nobita, Doraemon, dan alat-alat futuristiknya tetap relevan sebagai fenomena global yang dikenang generasi ke generasi.






