KEBUMEN, Beritakebumen.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Kebumen.
Acara ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir yang rawan bencana gempa dan tsunami.
Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, aparat keamanan, hingga perwakilan sekolah.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan pada Rabu, 24 September 2025 ini, mengusung tema “10 Tahun SLG Membangun Budaya Sadar, Siaga dan Selamat dalam Menghadapi Gempa Bumi dan Tsunami.”
BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026
Rangkaian acara juga dilengkapi dengan simulasi gempa bumi yang melibatkan perwakilan BPBD Kebumen, Polsek, Koramil, PMI, hingga perwakilan SDN dan SMP di wilayah Petanahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, menjelaskan bahwa inisiatif SLG ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir selatan, yang termasuk zona merah dengan potensi ancaman tsunami.
“Edukasi kepada masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir selatan ini sangat krusial karena area ini memiliki potensi ancaman tsunami,” kata Udy.
Senada dengan Udy, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menegaskan bahwa Kecamatan Petanahan menjadi lokasi terpilih karena termasuk wilayah yang rawan.
Menurutnya, wilayah pesisir di 8 kecamatan dan 33 desa di Kebumen memiliki potensi tsunami, sehingga penguatan mitigasi sangat diperlukan.
Hartanto juga menyinggung skenario terburuk jika terjadi gempa megathrust Magnitudo 8,8, di mana masyarakat hanya memiliki “golden time” kurang dari 30 menit untuk evakuasi mandiri.
BACA JUGA: Data BPS Terbaru, Kebumen Jadi Kabupaten dengan Biaya Konstruksi Terendah di Jateng
Oleh karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk segera mencapai titik evakuasi yang aman, yang diperkirakan berjarak minimal 2 kilometer dari pantai.
Para peserta SLG diharapkan menjadi agen perubahan, tidak hanya mengamankan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
Melalui upaya ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat di pesisir Kebumen dapat lebih siap dan selamat saat menghadapi potensi bencana alam.






