Beritakebumen.com – Dokter sekaligus content creator, Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru mengonsumsi minuman dingin atau es saat membatalkan puasa.
Kebiasaan ini bisa membuat organ ginjal kaget dan “protes” karena harus bekerja ekstrem setelah beristirahat selama belasan jam.
Dalam unggahan video di kanal YouTube @Info-KesehatanID, dr. Tirta yang juga seorang spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa selama berpuasa, organ-organ pencernaan dan ginjal kita berada dalam kondisi istirahat.
Ketika waktu berbuka tiba, organ-organ tersebut perlu diajak bekerja secara bertahap agar tidak kaget.
BACA JUGA: Saran dr Hasan Bayuni: Hindari Porsi Nasi Berlebih Saat Sahur, Ini Alasannya
“Jadi ibaratnya, kalau kita puasa itu kan dia sudah istirahat penuh. Begitu langsung tiba-tiba dikasih tugas yang berat-berat, kan kaget,” ujar dr. Tirta.
Dokter Tirta menganalogikan kondisi ini dengan seorang bos yang tiba-tiba memberi banyak tugas berat kepada karyawan yang baru saja libur panjang.
Ginjal akan bereaksi dengan cara yang sama jika tiba-tiba “dihujani” makanan dan minuman manis, dingin, atau tinggi garam secara instan.
Reaksi protes dari ginjal ini bisa berupa rasa tidak nyaman pada perut atau abdominal discomfort. Tak hanya itu, beberapa orang mungkin langsung merasakan ingin buang air kecil terus-menerus.
Hal ini terjadi karena ginjal yang kaget langsung berusaha membuang zat-zat yang dianggapnya berlebihan atau berbahaya, seperti gula dan garam dari minuman es dan gorengan.
Lantas, bagaimana cara berbuka yang benar menurut dokter yang akrab disapa Tirta ini? Ia merekomendasikan untuk memulai dengan air putih.
“Paling bagus adalah air putih. Cukup satu gelas (200 cc) untuk membatalkan puasa,” sarannya.
BACA JUGA: Kalori Tiga Butir Kurma Setara Sepiring Nasi, dr Tirta Ungkap Alasan Jadi Takjil Terbaik
Setelah itu, ia menyarankan untuk mengonsumsi tiga butir kurma. Kurma dinilai bermanfaat karena dapat mengembalikan energi secara perlahan dengan kadar gula alami yang baik untuk tubuh.
Setelah shalat Maghrib, barulah kita bisa mengonsumsi makanan lain secara bertahap, tidak langsung berlebihan.
Dr. Tirta menegaskan bahwa kunci utama berbuka puasa adalah bertahap. Jangan langsung “menyerbu” tubuh dengan es, gorengan, atau makanan bersantan dalam jumlah banyak.
Beri waktu bagi ginjal dan sistem pencernaan untuk beradaptasi agar ibadah puasa tetap sehat dan nyaman hingga akhir Ramadan.






