KEBUMEN, Beritakebumen.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan pelayaran di Perairan Selatan Jawa Tengah, termasuk di wilayah Kebumen.
Peringatan yang berlaku hingga Selasa, 19 November 2025 ini menjadi perhatian serius bagi para nelayan dan operator kapal.
Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 18 knot.
BACA JUGA: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Selatan Jateng, Termasuk Kebumen
Kombinasi kecepatan angin dan tekanan udara di laut menyebabkan peningkatan signifikan pada ketinggian gelombang.
Meskipun berstatus kategori Sedang, Perairan Kebumen diprakirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.
Sementara itu, kawasan dengan risiko tertinggi adalah Perairan Cilacap yang diprediksi digelora gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter.
Kondisi ini berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran meski cuaca di darat dilaporkan berawan dengan hujan ringan.
Menyikapi kondisi ini, BMKG mengeluarkan serangkaian imbauan keselamatan. Nelayan, termasuk di Kebumen, disarankan menunda melaut jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter.
Kapal Tongkang menghadapi risiko tinggi pada angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter.
BACA JUGA: Hingga 14 September, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Selatan Kebumen
Masyarakat pesisir dan pelaku usaha maritim diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
Kepatuhan terhadap peringatan dini ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan menghindari terjadinya insiden yang tidak diinginkan di laut.






