Beritakebumen.com – Waktu sahur tidak hanya dimanfaatkan umat Muslim untuk menyantap makanan sebelum berpuasa.
Di balik keheningan sepertiga malam terakhir, tersimpan keistimewaan luar biasa bagi mereka yang memanjatkan istighfar.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kebiasaan memohon ampunan di waktu sahar atau menjelang subuh mampu mengubah kualitas hidup seseorang secara menyeluruh.
Istighfar Mengangkat Derajat Manusia
Membiasakan diri beristighfar di waktu sahur menempatkan seseorang pada posisi istimewa di sisi Allah.
BACA JUGA: Jangan Jadi Pemburu Dadakan, Gus Baha Tekankan Pentingnya Persiapan Lailatul Qadar Sejak Dini
Ustadz Adi menerangkan bahwa para pengamal istighfar disejajarkan dengan golongan orang-orang sabar atau shobirin. Kebiasaan ini juga membentuk pribadi yang khusyuk dalam beribadah yang disebut qonitin.
“Semakin rajin seseorang beristighfar, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah, sehingga ibadahnya pun menjadi lebih berkualitas dan khusyuk,” jelas Ustadz Adi.
Para pengamal istighfar juga termasuk dalam kategori shodiqin, yaitu mereka yang membuktikan kebenaran ajaran agama melalui amal nyata.
Keutamaan ini berlanjut pada golongan munfiqin, yakni pribadi yang gemar berbagi dan berinfak kepada sesama.






