‘Dari Alif Sampai Ya’, Puisi Lawas Pitra Suwita yang Tak Lekang oleh Waktu

Puisi 'Dari Alif Sampai Ya' karya Pitra Suwita dari antologi Bulan Menggantung. (Foto: Ilustrasi Canva)

KEBUMEN, Berirakebumen.com – Dunia sastra Indonesia kembali mendapat sentuhan karya menyentuh dari penyair Kebumen, Pitra Suwita.
Puisi berjudul “Dari Alif Sampai Ya” merupakan salah satu mutiara dari buku antologi puisi “Bulan Menggantung”.

Karya yang ditulis pada Agustus 2011 ini menawarkan renungan mendalam tentang kata, doa, dan pencarian makna kehidupan.

Berita Lainnya

Puisi “Dari Alif Sampai Ya” menghadirkan diksi yang puitis namun sarat makna. Pitra Suwita membuka dengan dua baris yang powerful, “Setiap kata adalah doa / setiap laku berbinar harap”.

Baris ini segera menancapkan pesan tentang kekuatan kata dan tindakan yang penuh optimisme.

Penyair Kebumen ini lalu mengajak pembaca untuk tidak berhenti bermimpi. Ia menulis, “mimpilah selagi belum terjaga / kalau terjaga kejarlah mimpi”. Ajakan ini menjadi semacam motivasi untuk terus bergerak dan berharap.

BACA JUGA: Mengenal “Bulan Menggantung”, Puisi Karya Penyair Kebumen Pitra Suwita

Metafora “dari Alif sampai Ya” yang menjadi judul dan diulang dalam bait, merujuk pada kesempurnaan dan totalitas.

Seperti huruf Hijaiyah yang dimulai dari Alif dan diakhiri Ya, puisi ini bicara tentang seluruh rangkaian hidup dan doa yang terangkum dalam kata-kata.

Namun, di balik harapan dan doa, puisi ini juga menyiratkan kesendirian. Suasana hening terasa pada bait penutup, “Tak ada yang peduli / dari Alif hingga Ya / mencari makna”.

Kalimat ini menyuguhkan sisi humanis tentang perjalanan personal setiap individu dalam memahami arti kehidupan.

Berikut puisi Dari Alif Sampai Ya karya Pitra Suwita yang ditulis pada Agustus 2011:

Dari Alif Sampai Ya

Setiap kata adalah doa
setiap laku berbinar harap

mimpilah selagi belum terjaga
kalau terjaga kejarlah mimpi

setiap kata adalah doa
dari Alif sampai Ya
di Surau berkumandang

atas doa-doa
semua kata-kata
bermurah keluh kesah

Tak ada yang peduli
dari Alif hingga Ya
mencari makna.

BACA JUGA: Arti Kedutan di Kepala Menurut Primbon, Benarkah Pertanda Sakit atau Dicintai Orang Kaya?

Secara keseluruhan, puisi “Dari Alif Sampai Ya” karya Pitra Suwita berhasil menjadi karya yang reflektif.

Puisi dari buku “Bulan Menggantung” ini tidak hanya menawarkan keindahan bahasa, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan esensi setiap kata, doa, dan mimpi dalam perjalanan mencari makna.

Sebuah karya yang tetap relevan dan menggugah lebih dari satu dekade setelah pertama kali ditulis.

Berita terkait