Dari Hobi Jadi Cuan, Pasangan di Pejagoan Kebumen Sukses Budidaya Puluhan Jenis Kaktus

Kisah sukses pasangan suami istri di Pejagoan, Kebumen, sulap halaman rumah jadi ladang cuan lewat budidaya kaktus. (Foto: Kebumen TV News)

PEJAGOAN, Beritakebumen.com – Tanaman kaktus kini bukan lagi sekadar penghias sudut ruangan, melainkan telah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Hal inilah yang dibuktikan oleh Rahajeng Amalia Puspaningtyas dan suaminya, Adam Prio Laksono, warga RT 03 RW 04 Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.

Berita Lainnya

Pasangan suami istri ini sukses mengubah hobi merawat tanaman berduri menjadi pundi-pundi rupiah yang mengalir hingga ke luar kota.

Ketertarikan pada kaktus sebenarnya bermula dari sang suami. Karena kesibukan suami bekerja, Rahajeng yang akrab disapa Ajeng, mengambil alih perawatan harian tanaman tersebut di rumah.

BACA JUGA: Cuan di Tengah Inflasi, 7 Ide Bisnis Modal Kecil 2026 yang Paling Diburu Konsumen

Iseng mengunggah foto koleksinya ke media sosial, Ajeng justru mendapat respons positif dari rekan-rekannya yang tertarik untuk membeli.

Melihat adanya peluang pasar, mereka mantap menekuni bisnis ini secara serius sejak tahun 2020. Memanfaatkan halaman rumah yang terbatas, Ajeng kini telah mengoleksi dan membudidayakan sekitar 30 jenis kaktus.

Koleksinya mencakup jenis lokal, impor, hingga hasil persilangan sendiri (hibrid).

Beberapa jenis kaktus populer yang tersedia di tempatnya antara lain Gymnocalycium, Astrophytum, Haworthia, Mammillaria, hingga kaktus Koboi yang ikonik.

Untuk memperkaya variasi koleksi, Ajeng dan Adam aktif melakukan teknik kawin silang saat tanaman mulai berbunga.

Harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan ramah di kantong, mulai dari Rp8.500 hingga Rp300.000 per pot, tergantung pada tingkat kelangkaan, jenis, dan ukurannya.

Selain menjual tanaman hias untuk kolektor, Ajeng juga melayani pesanan kaktus untuk suvenir pernikahan atau acara lainnya dengan harga mulai dari Rp8.500 hingga Rp12.000 per pot.

Kualitas kaktus dari Pejagoan ini pun telah diakui oleh pasar yang lebih luas. Terbukti, pesanan tidak hanya datang dari wilayah Kebumen saja, tetapi sudah menjangkau kota-kota besar seperti Wonosobo, Jakarta, hingga Surabaya.

Demi menjaga eksistensi dan memperluas jaringan, Ajeng rajin mengikuti kontes tanaman hias di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.

Ia juga bergabung dengan komunitas UMKM untuk memperkuat sistem pemasaran dan relasi bisnis.

BACA JUGA: Ibu Rumah Tangga Wajib Tahu! 5 Tanaman Dapur Ini Bisa Tumbuh Subur di Lahan Sempit

Menurut Ajeng, merawat kaktus sebenarnya sangat mudah bagi pemula. Tanaman ini cukup diberi pupuk dan disiram air secara berkala.

Untuk kaktus yang diletakkan di luar ruangan, penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali. Sementara untuk di dalam ruangan, durasi penyiraman bisa lebih lama, yakni dua minggu sekali.

“Kuncinya adalah kesabaran dan menikmati setiap proses merawatnya,” tutur Ajeng.

Baginya, kaktus adalah sarana hiburan dan healing di tengah kesibukan sehari-hari, yang kini bertransformasi menjadi bisnis yang terus berkembang pesat.

Berita terkait