Detik-Detik Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang di Pantai Logending, Kerugian Capai Rp20 Juta

Dihantam gelombang tinggi, perahu nelayan Mutiara Terbalik di Pantai Logending Kebumen. (Foto: Humas Polres Kebumen)

AYAH, Beritakebumen.com – Insiden kecelakaan laut menimpa sebuah perahu nelayan bernama Mutiara di kawasan pemecah ombak (borderan) Pantai Logending, Desa Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Perahu yang membawa empat orang awak tersebut terbalik setelah dihantam gelombang besar saat hendak kembali dari melaut pada Jumat pagi, 9 Januari 2026, sekitar pukul 06.30 WIB.

Berita Lainnya

Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, mewakili Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, mengungkapkan bahwa kronologi kejadian bermula saat perahu memasuki muara Sungai Bodo.

Kondisi perairan yang dangkal menyebabkan perahu kandas dan posisinya melintang di tengah jalur. Di saat yang bersamaan, ombak besar datang menerjang hingga mengakibatkan perahu kehilangan keseimbangan dan terbalik.

BACA JUGA: Hilang Terbawa Arus di Kebumen, Nelayan Pencari Ubur-ubur Ditemukan Meninggal di Kulonprogo

“Beruntung, seluruh anak buah kapal (ABK) yang berjumlah empat orang berhasil menyelamatkan diri. Kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Kompol Faris.

Keempat nelayan yang selamat teridentifikasi sebagai Sudarto (42) dan Agus (40) asal Cilacap, Tursino (46) warga Puring Kebumen, serta Kacung (45) dari Kampung Laut Cilacap.

Meski mereka selamat tanpa luka serius, kapal Mutiara mengalami kerusakan parah pada bagian lambung dengan taksiran kerugian material mencapai Rp20 juta.

Aksi penyelamatan dilakukan dengan cepat setelah saksi mata, Sugiarto dan Roni Hendarto, melaporkan kejadian tersebut.

BACA JUGA: Tim Berhasil Angkat Empat Perahu Nelayan yang Tenggelam di Pantai Pasir, Ini Kendala Saat Pengangkatan

Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Kebumen, Pos TNI AL Logending, serta tim SAR Lawet Perkasa dan SAR TPI Mertangga Jetis langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi bangkai kapal.

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian meminta para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Kompol Faris menekankan pentingnya penggunaan pelampung (life jacket) sebagai standar keselamatan wajib demi menghindari risiko fatal saat menghadapi ombak dan arus muara yang tidak menentu.

Berita terkait