Dievakuasi Pakai Hercules, Tiga Warga Kebumen Korban Banjir Aceh Dipulangkan

Haru kepulangan 100 perantau Jateng dari Aceh, termasuk dari Kebumen. Dijemput Hercules TNI AU hingga dibantu modal usaha. (Foto: Humas Jateng)

SEMARANG, Beritakebumen.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memulangkan 100 warga asal berbagai daerah di Jawa Tengah yang menjadi korban bencana banjir di Sumatera.

Dari total rombongan tersebut, tiga di antaranya merupakan warga asal Kabupaten Kebumen yang selama ini bekerja di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Berita Lainnya

Para perantau ini sebelumnya harus bertahan di lokasi pengungsian selama kurang lebih tiga pekan akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Pemulangan ini merupakan upaya Pemprov Jateng dalam menjamin perlindungan dan keselamatan warganya, meski berada jauh di luar provinsi.

BACA JUGA: 73 Warga Jateng, Termasuk dari Kebumen, Berangkat Transmigrasi ke Wilayah Indonesia Timur

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk memastikan validasi data warga.

“Rombongan sudah diberangkatkan dan dijemput oleh jajaran Setda serta para bupati terkait,” ujar Luthfi saat ditemui dalam sebuah kegiatan di Semarang, Sabtu, 20 Desember 2025.

Secara terperinci, warga yang dipulangkan terdiri dari 54 orang asal Cilacap, 34 orang asal Brebes, 7 orang asal Pemalang.

Kemudian, 3 warga Kebumen, serta masing-masing satu warga asal Pekalongan dan Grobogan. Mayoritas dari mereka berprofesi sebagai penderes (penyadap nira).

Proses pemulangan dilakukan menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Bandara Takengon, Aceh, pada Sabtu siang. Setelah sempat transit di Medan, rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 14.15 WIB.

BACA JUGA: Kebumen Masuk Daftar Kabupaten Informatif Terbaik Jawa Tengah

Sesampainya di Jakarta, Badan Penghubung Pemprov Jateng menyediakan fasilitas istirahat, konsumsi, serta armada bus dan travel untuk mengantar warga hingga ke depan pintu rumah mereka.

Tidak hanya soal transportasi, Pemprov Jateng bekerja sama dengan Baznas memberikan modal usaha awal bagi para penyintas.

“Kami ingin membantu mereka bangkit kembali di kampung halaman. Selain transportasi, bantuan modal usaha diberikan agar mereka bisa segera melakukan pemulihan ekonomi di wilayah masing-masing,” tutup Luthfi.

Berita terkait