Beritakebumen.com – Kebutuhan akan perangkat produktivitas yang portabel semakin meningkat di era digital.
Jika dulu tablet bertenaga selalu identik dengan harga mahal, kini pasar gadget Indonesia dibanjiri pilihan tablet di harga Rp2 jutaan yang punya spesifikasi “ngeri”.
Berdasarkan ulasan terbaru dari kanal teknologi DenzhoPro, setidaknya ada tujuh kandidat kuat bagi kamu yang mencari tablet murah namun mumpuni untuk meeting online, mengedit dokumen, hingga maraton film.
Layar Tajam dan Dukungan Stylus
Dominasi tablet di kelas ini sudah membawa layar beresolusi tinggi (Full HD hingga 2K) dengan refresh rate 90Hz yang membuat pergerakan layar terasa mulus.
BACA JUGA: Rekomendasi 7 HP 2 Jutaan Terbaik Akhir 2025, Performa Kencang dan Kamera Kelas Flagship
Sebut saja Redmi Pad Pro dan Infinix XPAD yang bahkan sudah mendukung penggunaan stylus untuk mencatat atau menggambar sketsa, menjadikannya pilihan tepat bagi pelajar maupun pekerja kreatif dengan budget terbatas.
Performa Stabil dan Multitasking Luas
Bagi pengguna yang butuh multitasking berat, Tecno Megapad 11 menawarkan RAM hingga 16GB (kombinasi fisik dan extended). Sementara Itel Vista Tab 30s menghadirkan fitur “Computer Mode” yang mengubah tampilan layar layaknya laptop.
Chipset yang digunakan, seperti Helio G99 dan Snapdragon 680, diklaim sangat stabil untuk menjalankan aplikasi kantor seperti Google Meet, Zoom, hingga Microsoft Office.
Baterai Awet Jadi Keunggulan Utama
Yang paling mencuri perhatian adalah Itel Vista Tab 30 Pro. Dengan harga hanya Rp2,8 jutaan, tablet ini dibekali baterai raksasa 10.000 mAh.
Kapasitas ini diklaim mampu menemani pengguna menonton film hingga 25 jam non-stop, menjadikannya “raja” daya di kelasnya.
BACA JUGA: Lirik Lagu Akhir Tahun dari Masdddho, Kisah Perjuangan dan Doa Penutup Tahun
Di sisi lain, bagi kamu yang mengutamakan kesehatan mata, Huawei MatePad SE 11 hadir dengan sertifikasi Dual TÜV Rheinland yang menjamin layar tetap nyaman meski digunakan dalam waktu lama.
Dengan harga yang sangat kompetitif, tablet-tablet ini membuktikan bahwa produktivitas tidak harus selalu ditebus dengan harga selangit.
Jadi, mana yang jadi pilihan Anda untuk menyambut tahun 2026?






