Gelar Budaya Walet Emas 2025 Jadi Ajang Branding Geopark Kebumen

Geopark Kebumen
Badan Pengelola Geopark Kebumen ikut meramaikan Gelar Budaya Walet Emas 2025. Sumber: BP Geopark Kebumen

BEKASI, Beritakebumen.com – Ribuan perantau asal Kebumen di Jabodetabek berkumpul di Plaza Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (27/9/2025). Mereka hadir dalam Gelar Budaya Walet Emas 2025 yang digelar komunitas Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas.

Acara ini menjadi ajang branding Geopark Kebumen yang telah masuk UNESCO Global Geopark, sekaligus memperingati Hari Komunitas Nasional.

Berita Lainnya

Hadir Bupati Kebumen Lilis Nuryani, mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad, Kepala Disparbud Frans Haidar, serta sejumlah pejabat Kebumen. Turut hadir Ketua IWAKK Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, Pelindung IWAKK Jenderal Polisi (Purn) Surojo Bimantoro, Walikota Bekasi Tri Adhianto, perwakilan Badan Pengelola Geopark Kebumen, serta ribuan perantau.

BACA JUGA: Kirab Budaya dan Grebeg Gunungan Warnai Hari Jadi ke-396 Kebumen

Ketua IWAKK Ibnu Darmawan menyebut acara ini untuk menyiapkan generasi muda agar tidak melupakan asal daerahnya. Selain itu, juga untuk melestarikan budaya Kebumen.

Sejak pagi, kegiatan diisi parade komunitas, bazar UMKM, kuliner khas Kebumen, dan pentas kuda lumping Singo Yudho. Malam harinya digelar wayang kulit lakon Babad Alas Wanamarta oleh Dalang Pramariza Fadhlansyah.

Kerja Sama di  Bidang Pariwisata

Di sela kegiatan, IWAKK Walet Emas menandatangani kerja sama dengan Pemkab Kebumen di bidang pariwisata.

Pelindung IWAKK, Surojo Bimantoro, menilai pagelaran budaya ini sebagai upaya mewariskan nilai bangsa kepada generasi penerus. “Semoga IWAKK Walet Emas memberi kontribusi positif untuk masyarakat,” ujarnya.

Bupati Lilis Nuryani mengapresiasi acara tersebut. “Budaya harus dijaga, sekaligus untuk branding Geopark Kebumen. Acaranya meriah dan sukses,” katanya.

Kegiatan ini juga menghadirkan door prize menarik, di antaranya sepeda motor dari Bupati, sepeda listrik dari anggota IWAKK, serta hadiah tambahan dari Walikota Bekasi.

BACA JUGA: Dataran Tinggi Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional

Walikota Tri Adhianto menyebut Bekasi sebagai miniatur Bhinneka Tunggal Ika karena keberagaman warganya. “Ini modal penting agar Bekasi terus berkembang,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung pun memberi kesan positif. Sukirno asal Adimulyo merasa terhibur. “Acaranya meriah, bisa mengobati rindu kampung halaman,” katanya.

Ahmad Waluyo dari Sadang menilai acara ini mempererat silaturahmi antarperantau. “Semoga predikat UNESCO Geopark membawa kesejahteraan untuk warga Kebumen,” ungkapnya.

Berita terkait