Harga Melon Rp15.000, Petani di Pesisir Kebumen Malah Rugi Akibat Gagal Panen

Cuaca ekstrem hantam pesisir Kebumen, hasil panen melon Petani Klirong merosot tajam. (Foto: Berita Kebumen)

KLIRONG, Beritakebumen.com – Para petani melon di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, harus gigit jari pada musim tanam kali ini.

Cuaca buruk yang ditandai dengan angin kencang dan kondisi atmosfer yang tidak menentu mengakibatkan kualitas serta kuantitas hasil panen menurun drastis dibandingkan periode sebelumnya.

Berita Lainnya

Agus Setiawan, salah satu petani setempat, mengungkapkan bahwa faktor alam menjadi kendala utama yang sulit dihindari.

Angin kencang yang menerjang wilayah pesisir dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada proses pertumbuhan tanaman.

BACA JUGA: Sambung Pucuk Jadi Jurus Warga Kuwarasan Raup Cuan dari Bibit Alpukat Unggul

Batang dan daun melon tidak mampu berkembang maksimal, sehingga produktivitas buah terganggu.

“Untuk musim ini bisa dibilang termasuk gagal karena faktor cuaca yang anginnya sangat kencang. Pertumbuhannya kurang baik,” ujar Agus saat ditemui di lahan pertaniannya, Senin, 17 Maret 2026.

Pada musim tanam ini, Agus mengelola sekitar 2.200 batang pohon melon. Dalam kondisi cuaca normal, satu pohon idealnya mampu menghasilkan dua buah dengan bobot rata-rata 2 kilogram per buah.

Berita terkait