Beritakebumen.com – Bulan suci Ramadan sering kali dianggap sebagai tantangan bagi kebugaran fisik. Namun, pakar kesehatan dan binaragawan ternama, Ade Rai, memandang momen ini sebagai peluang emas.
Menurutnya, puasa adalah waktu terbaik untuk meraih kesehatan ganda, yaitu penguatan iman sekaligus peningkatan imun melalui proses pembersihan tubuh yang alami.
Bakar Lemak Lebih Cepat
Kunci utama menjaga energi seharian terletak pada menu sahur. Ade Rai menyarankan masyarakat untuk mulai membatasi asupan karbohidrat di pagi hari guna menghindari lonjakan gula darah yang ekstrem.
BACA JUGA: Cegah Lemas Saat Berpuasa, Begini Cara Atur Komposisi Nutrisi Sahur yang Tepat Menurut Ahli
“Saat kita tidak mengonsumsi karbohidrat saat sahur, tubuh secara otomatis akan mencari sumber energi alternatif, yaitu cadangan lemak,” ungkap Ade Rai di kanal Youtube Dunia Ade Rai.
Ia merekomendasikan asupan tinggi protein dan lemak sehat seperti telur, ayam, atau ikan.
Selain itu, menambahkan sedikit garam Himalaya pada air minum sangat efektif untuk membantu retensi cairan agar tubuh tidak cepat mengalami dehidrasi.
Waktu Olahraga dan Kualitas Tidur
Bagi kamu yang ingin tetap aktif, waktu paling ideal untuk latihan beban adalah 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa.
Durasi ini memungkinkan tubuh segera mendapatkan nutrisi dan hidrasi tepat setelah beraktivitas.
Ade Rai juga mengingatkan untuk menghindari olahraga berat di malam hari karena dapat meningkatkan hormon kortisol yang mengganggu hormon melatonin, sehingga kualitas tidur dan proses pemulihan sel tubuh terhambat.
Menjaga Lambung dan Pola Pikir Positif
Kesalahan umum saat berbuka adalah langsung menyantap makanan yang terlalu manis, yang memicu rasa lapar terus-menerus.
BACA JUGA: Ramadhan 2026, dr Zaidul Akbar Ungkap Menu Buka Puasa Sehat Bebas Lemas
Untuk penderita asam lambung, Ade Rai menyarankan konsumsi air campuran cuka apel sebelum makan besar guna membantu pencernaan protein dan mencegah reflux.
Terakhir, faktor mental memegang peran vital. Ketika puasa dijalani dengan rasa syukur dan tenang, tubuh masuk ke mode relax response yang mempermudah pembakaran lemak.
Sebaliknya, stres hanya akan membuat tubuh menyimpan lemak sebagai bentuk pertahanan diri. Dengan pola makan dan mindset yang tepat, Ramadan bisa menjadi titik balik kesehatan jangka panjang.






