Netflix “The Great Flood” Hancurkan Ekspektasi: Banjir Global, AI, dan Nasib Manusia

The Great Flood
The Great Flood. Sumber: Netflix.

Film Korea 2025 Bencana Sci-Fi di Netflix Jadi Viral di Indonesia, Banyak Netizen Penasaran dan Komentar Unik

NETFLIX merilis The Great Flood, film Korea terbaru bergenre bencana dan fiksi ilmiah, mulai tayang global pada 19 Desember 2025 melalui platform streaming mereka. Film ini menjadi sorotan utama komunitas penggemar film karena menggabungkan aksi, ketegangan banjir luar biasa, elemen AI (kecerdasan buatan), serta drama emosional antara ibu dan anak dalam skenario apokaliptik.

Rilisan ini memunculkan gelombang respons warganet Indonesia yang aktif berdiskusi di TikTok, Instagram, dan YouTube.

Premis Cerita yang Kompleks dan Visual Bencana yang Menegangkan

The Great Flood menceritakan tentang Gu An-na, seorang peneliti AI yang terjebak bersama putranya, Ja-in, di dalam sebuah gedung apartemen yang kebanjiran setelah banjir global akibat dampak tabrakan asteroid. Saat air naik dengan cepat, mereka berjuang bertahan hidup, tak hanya dari risikonya banjir, tetapi juga berhadapan dengan konflik dan misteri yang lebih besar tentang keberlangsungan umat manusia.

Netizen Indonesia ramai membagikan cuplikan trailer resmi dan diskusi review di media sosial. Banyak komentar membandingkan alur film ini dengan film drama waktu berulang seperti Sore: Istri dari Masa Depan, karena struktur cerita yang tidak linear dan motif looping yang mendalam di bagian akhir film.

BACA JUGA: Terobosan Besar! Film “TIMUR” Garapan Iko Uwais Tantang Avatar di Bioskop Indonesia

Pola ini memicu perdebatan di kalangan penonton karena gaya narasi yang tidak sepenuhnya konvensional untuk genre bencana.

Diskusi netizen juga menunjukkan dua kubu: satu mengapresiasi visual banjir yang intens dengan efek CGI realistis serta aksi tegang bertahan hidup, sementara lainnya berpendapat bahwa elemen fiksi ilmiah dan filosofi film lamanya membingungkan.

Tema Sentral Film dan Bagaimana Cerita Berjalan

The Great Flood memadukan tiga elemen utama: bencana global, hubungan kemanusiaan, dan teknologi futuristik yang kompleks. Para tokoh utama diperankan oleh Kim Da-mi sebagai Gu An-na dan Park Hae-soo sebagai Son Hee-jo, dengan Kwon Eun-seong memerankan putra An-na. Fokus film bukan sekadar banjir itu sendiri, tetapi bagaimana kemenangan atau kegagalan manusia menangani cataclysm menjadi penentu masa depan umat manusia.

Visual banjir yang nyaris memusnahkan peradaban serta elemen plot seperti perilaku AI dan proyek rekayasa manusia membuat tema ini luas dibanding sekadar film bencana klasik. Media hiburan memuji ketegangan emosional dan visual yang kuat, sedangkan segmen lain dari penonton membahas dan memparodikan bagian alur yang rumit.

BACA JUGA: Jadwal Bioskop Kebumen Hari Ini, Agak Laen 2 dan Avatar Fire and Ash Tayang Serentak

Cerita dibuka dengan situasi mendesak saat air banjir mencapai level yang ekstrem di Seoul. Karena tabrakan asteroid yang mencairkan es kutub, permukaan laut naik drastis dan memicu banjir besar di seluruh dunia. An-na dan Ja-in harus menghadapi setiap tantangan fisik dan psikologis untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang semakin mematikan.

Seiring alur berkembang, penonton diperkenalkan dengan lapisan plot lebih dalam tentang tujuan proyek AI yang melibatkan penelitian emosi manusia serta kemungkinan kelangsungan hidup manusia setelah kiamat banjir. Elemen misteri ini dipadukan dalam adegan yang intens dan berulang, menghadirkan pengalaman menonton yang tidak linier.

Reaksi Penonton di Media Sosial

Tanggapan netizen di Indonesia mencerminkan dua sisi. Beberapa memuji kualitas produksi, visual, dan ketegangan cerita, serta komentar lucu yang mengaitkan film ini dengan genre time loop populer. Sebagian lainnya merasa alur cerita menjadi terlalu padat dan membingungkan pada bagian akhir, menimbulkan banyak interpretasi dan pertanyaan tentang motif karakter utama serta pengaruh teknologi AI dalam akhir cerita.

Berita terkait