Orang Miskin Dilarang Introvert, Ini Kunci Sukses bagi Pejuang Ekonomi Menurut Adythia Pratama

Praktisi pemasaran sebut sikap introvert jadi penghambat kemakmuran bagi kelas bawah. (Foto: Ilustrasi Canva)

Beritakebumen.com – Banyak orang mengira kesuksesan hanya soal IQ dan ijazah. Namun praktisi pemasaran Adythia Pratama memberikan pandangan sebaliknya.

Menurutnya, mereka yang berjuang dari bawah tidak punya pilihan untuk bersikap tertutup. Label introvert justru bisa menjadi penghambat besar menuju kemakmuran di era ketidakpastian.

Dalam diskusi di kanal Nalar TV, Adythia menjelaskan bahwa nilai diri seseorang tidak bersifat objektif. Nilai itu sangat bergantung pada konteks lingkungan tempat seseorang berada.

BACA JUGA: Masuk Usia 30 Bukan Momok, Abigail Limuria Ungkap Cara Menyaring Hidup Tanpa Insecure

Kegagalan sering terjadi karena dua hal, tidak memiliki value sama sekali, atau memiliki value tetapi berada di konteks yang salah.

Adythia menekankan pentingnya kecerdasan emosional atau EQ. Di tengah ancaman kecerdasan buatan (AI), kemampuan membaca situasi, peka terhadap lingkungan, dan membangun relasi tidak akan pernah tergantikan oleh mesin.

Ia memberi contoh pekerja lulusan SD yang sukses membuka usaha sendiri karena rajin membantu tugas bosnya. Ia mendapat kursus bisnis gratis tanpa mengeluarkan biaya.

Salah satu pernyataan paling mencolok dari Adythia adalah ajakan agar masyarakat kelas bawah tidak berlindung di balik sifat introvert.

Menurutnya, introvert hanya soal cara mengisi ulang energi. Itu bukan alasan untuk menghindari komunikasi.

Bagi pejuang ekonomi, rasa malu harus diletakkan di bawah ambisi memperbaiki hidup.

Adythia juga mendorong anak muda untuk mencari mentor yang levelnya satu atau dua tingkat di atas mereka. Saran yang diberikan akan lebih teknis dan praktis.

BACA JUGA: Najwa Shihab: Generasi Muda Perempuan Harus Berani Ambil Peluang dan Lawan Rasa Malu

Selain itu, daya juang atau ketahanan mental menjadi pembeda utama. Konsistensi melakukan hal yang membosankan namun benar jauh lebih berharga daripada sekadar ide kreatif tanpa eksekusi.

Kesuksesan tidak datang dari kerja keras buta. Kesuksesan lahir dari kerja cerdas dalam konteks yang tepat. Mulailah dengan melatih kepekaan emosional dan mencari mentor di lingkungan terdekat.

Bagi pejuang ekonomi, tidak ada lagi ruang untuk bersembunyi. Yang ada hanyalah ambisi untuk maju dan membangun value diri.

Berita terkait