SRUWENG, Beritakebumen.com – Seorang pelajar SMK berusia 15 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di Kedung Pakuran, Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Kebumen, pada Senin, 5 Januari 2026 sore.
Korban diduga tidak mampu berenang saat mandi bersama teman-temannya.
Korban diidentifikasi sebagai Dzildan Alvino Ferdianto (15), warga Desa Pekunden, Kutowinangun. Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan keterangan Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, korban datang ke lokasi sungai bersama tiga temannya untuk mandi dan berenang.
BACA JUGA: Kronologi Pria di Kebumen Meninggal Mendadak di Warung Durian, Sempat Kejang Sebelum Dievakuasi
“Saksi yang merupakan teman korban sempat berupaya menolong, namun karena tidak bisa berenang, upaya tersebut tidak berhasil. Warga kemudian berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong,” jelas Kompol Faris.
Meski berhasil dievakuasi warga ke tepi sungai, nyawa pelajar kelas X SMK tersebut tidak tertolong. Kedung di lokasi kejadian diketahui memiliki kedalaman yang cukup dalam.
Tim gabungan dari Polsek Sruweng, Polres Kebumen, Inafis, Puskesmas, TNI, dan pemerintah desa langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pemeriksaan medis dan oleh Tim Inafis menyimpulkan korban meninggal akibat tenggelam tanpa tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban tidak menghendaki autopsi lanjutan.
BACA JUGA: Petani di Mirit Meninggal di Sawah, Polisi Pastikan Bukan Tindak Pidana
Di lokasi TKP, petugas menemukan sejumlah barang milik korban, termasuk pakaian, sandal, telepon genggam, uang tunai, dan sepeda motor.
Menyikapi musibah tenggelamnya pelajar di Kebumen ini, Polres Kebumen mengimbau masyarakat dan orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di lokasi berbahaya. Seperti sungai dalam, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.






