KEBUMEN, Beritakebumen.com – Antusiasme calon jemaah haji asal Kabupaten Kebumen untuk berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026 sangat tinggi.
Berdasarkan data terbaru per 9 Januari 2026, capaian pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) di Kabupaten Kebumen mencapai 102 persen dari target awal.
Tingginya angka pelunasan ini memberikan kabar baik bagi jemaah cadangan. Dari total kuota haji Kabupaten Kebumen sebanyak 1.744 kursi, tercatat 1.686 jemaah non-cadangan telah menyelesaikan pembayaran.
Untuk memenuhi sisa kuota yang tersedia, sebanyak 58 jemaah cadangan dipastikan berpeluang besar naik status menjadi jemaah tetap berdasarkan urutan kursi (porsi).
BACA JUGA: 1.449 Jemaah Haji Asal Kebumen Diberangkatkan, Usia Tertua 95 Tahun
Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen, Suwaibatul Aslamiyah, mengapresiasi kedisiplinan para jemaah dalam mengikuti setiap tahapan administrasi.
Ia menyebutkan bahwa dari 93 jemaah cadangan yang sudah melunasi biaya, 58 orang di antaranya akan mengisi slot kosong hingga kuota terpenuhi secara maksimal.
Paspor dan Biovisa
Setelah tahap pelunasan rampung, fokus utama petugas saat ini adalah percepatan dokumen perjalanan.
Proses pengolahan paspor dan biovisa kini menjadi prioritas agar keberangkatan jemaah berjalan sesuai jadwal nasional. Saat ini, progres perekaman biovisa di Kebumen telah menyentuh angka 80 persen.
“Kami sedang mengolah paspor jemaah dan terus mempercepat penyelesaian biovisa. Kami harap jemaah segera menyerahkan dokumen yang diperlukan agar tidak ada kendala di kemudian hari,” ujar Suwaibatul Aslamiyah.
BACA JUGA: Freshnel Berangkatkan 40 Jemaah Umrah
Pihak kementerian mengimbau jemaah yang sudah melunasi Bipih untuk segera mengumpulkan paspor dan dokumen pendukung lainnya.
Bagi jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), penyerahan dokumen dapat dilakukan secara kolektif.
Sementara itu, jemaah mandiri diharapkan datang langsung ke Kantor Kementerian Agama di kompleks Islamic Center pada jam kerja.
Selain itu, bagi jemaah yang berencana melakukan mutasi—baik masuk maupun keluar daerah—diharapkan segera mengurus administrasinya.
Hal ini dilakukan guna memastikan proses keberangkatan menuju Tanah Suci tetap tertib, transparan, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Kebumen tahun 1447 H.






