SRUWENG, Beritakebumen.com – Pengrajin genteng di Kebumen menyambut positif rencana program gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini diharapkan dapat mendongkrak usaha genteng tradisional yang menjadi ikon lokal. Salah satu pelakunya, Siti Mubarokah, sudah bersiap memenuhi potensi peningkatan permintaan pasar.
Program gentengisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah rapat koordinasi membawa angin segar bagi industri genteng tradisional.
Di sentra produksi seperti Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, rencana ini disambut sebagai peluang baru.
BACA JUGA: Satu Pohon Hasilkan Rp5 Juta, Petani di Pejengkolan Kebumen Sukses Budidaya Durian Premium
Di balik tobong atau tempat pembakaran genteng milik UD Genteng Sokka Mubarokah di Kecamatan Sruweng, aktivitas berjalan lancar.
Pekerja sibuk memasukkan genteng setengah jadi untuk dibakar dan mengeluarkan produk yang telah matang.
Pemilik usaha, Siti Mubarokah (38), telah berkecimpung di bisnis genteng sejak 2012, meneruskan jejak keluarga.
Ia menjelaskan, genteng Sokka asal Kebumen telah lama dikenal karena kualitasnya.
“Kualitasnya kuat, tahan injak, memang benar-benar bagus,” ujar Siti pada Jumat, 6 Februari 2026.
Dengan mengelola 15 titik produksi yang tersebar di Kebumen, kapasitas hariannya mencapai sekitar 1.000 buah per titik.
Namun, produksi masih bergantung pada cuaca karena genteng memerlukan penjemuran sebelum dibakar.
Menanggapi program gentengisasi, Siti menyatakan kesiapannya. Dengan empat tobong aktif, kapasitas produksinya cukup besar.
BACA JUGA: Tembus Jutaan Rupiah per Kilo, Budidaya Vanili Jadi Pilihan Cerdas Petani Kebapangan
Satu tobong dapat memuat lebih dari 25 ribu genteng dengan proses pembakaran selama empat hari nonstop. “Semakin semangat memenuhi permintaan yang akan datang,” tuturnya.
Pasar genteng produksi Siti tidak hanya mencakup Kebumen, tetapi juga merambah ke Yogyakarta dan Purworejo. Ia mengakui terjadi penyesuaian harga.
Untuk jenis plentong, harga naik dari Rp1.300 menjadi Rp1.800 per buah, sedangkan genteng magas dari Rp1.400 menjadi Rp1.900. Kenaikan ini seiring dengan kesiapan usahanya menjawab peluang program pemerintah.






