ALIAN, Beritakebumen.com – Upaya perbaikan tanggul jebol akibat luapan Sungai Kedungbener di Desa Suroturunan, Kecamatan Alian, menunjukkan progres yang signifikan.
Hingga memasuki hari keempat penanganan pada Jumat, 26 Desember 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat progres pengerjaan telah menyentuh angka 99 persen.
Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, menyampaikan bahwa tim gabungan terus bekerja intensif di lokasi terdampak, tepatnya di RT 02 RW 01 Dukuh Suroturunan.
Meski sempat diwarnai gerimis ringan pada sore hari, semangat gotong royong petugas dan warga tetap terjaga untuk memastikan keamanan pemukiman dari ancaman banjir susulan.
BACA JUGA: Tebing Makam Tlimbeng Longsor, Akses Jalan Desa Sidoagung Kebumen Sempat Tertutup
Fokus utama penanganan hari ini meliputi serangkaian tindakan teknis untuk memperkuat struktur tanggul yang sebelumnya jebol akibat hantaman debit air sungai.
Petugas di lapangan melakukan pengisian tanah ke dalam ribuan karung, pemasangan crucuk sebagai pondasi, serta penataan material tanah secara presisi.
“Kami fokus pada penataan karung di sepanjang titik tanggul yang rusak serta mengumpulkan material tanah tambahan untuk memperkokoh tanggul darurat ini,” jelas Heri dalam keterangannya.
Guna mendukung kelancaran aksi di lapangan, BPBD juga tetap mengoperasikan dapur umum untuk menjamin suplai logistik bagi para relawan dan tenaga kerja bakti yang terlibat sejak pagi pukul 07.30 WIB.
Bencana banjir ini bermula dari luapan Sungai Kedungbener yang terjadi pada Minggu malam, 23 November 2025.
Aliran air yang deras sempat merendam sejumlah desa di Kecamatan Alian, mulai dari Desa Krakal, Kalirancang, Sawangan, Seliling, hingga Surotrunan dan Bojongsari.
Dampak luapan juga meluas hingga ke wilayah Kecamatan Kebumen, mencakup Desa Bandung, Sumberadi, dan Roworejo.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerusakan akses jalan dan ancaman terhadap pemukiman warga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem di Kebumen, Pohon Roboh Menimpa Ruko Milik Warga di Desa Jogosimo
Tercatat sedikitnya 40 KK atau sekitar 320 jiwa di Suroturunan berada dalam zona rawan yang membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Menutup rangkaian penanganan darurat, tim BPBD telah menyusun rencana tindak lanjut untuk hari ini Sabtu, 27 Desember 2025. Fokus utama adalah melakukan perapian tanah di bagian belakang tanggul dan membersihkan area sekitar lokasi proyek.
“Kami akan melakukan finishing, termasuk pemasangan terpal di badan tanggul untuk mencegah erosi jika hujan kembali turun. Kami juga masih membutuhkan bantuan tenaga kerja bakti dan tambahan tiga buah terpal untuk menutup seluruh area yang rentan,” tambah Heri.






