KEBUMEN, Beritakebumen.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen terus memperluas jangkauan edukasi jurnalistik kepada generasi muda.
Melalui program PWI Goes to Campus, organisasi profesi ini menyambangi Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Kebumen pada Kamis, 12 Februari 2026, untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan literasi informasi di tengah derasnya arus berita digital.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus perayaan HUT ke-80 PWI.
Sedikitnya 60 mahasiswa antusias mengikuti jalannya acara yang berfokus pada peran strategis pemuda dalam memutus rantai informasi palsu atau hoaks.
BACA JUGA: HPN 2026, PWI Kebumen Siap Jadi Penjernih Informasi di Tengah Gempuran Hoaks AI
Ketua PWI Kebumen, Ondo Supriyanto, yang hadir langsung sebagai narasumber menegaskan bahwa mahasiswa memiliki pengaruh besar di lingkungan sosialnya.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai jurnalistik dan literasi informasi menjadi sangat krusial.
“Kami ingin mendorong teman-teman mahasiswa untuk menjadi agen literasi informasi. Mereka diharapkan mampu menjadi penyaring atau filter di masyarakat,” ujar Ondo Supriyanto.
Dalam sesi tersebut, para peserta dibekali materi mengenai teknik dasar jurnalistik serta cara membedakan fakta dan opini.
Ondo menekankan pentingnya proses verifikasi sebelum menyerap maupun menyebarkan sebuah informasi ke ruang publik agar tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan.
Direktur Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Kebumen, Ari Waluyo, menyambut baik kolaborasi perdana dengan PWI Kebumen ini.
Menurutnya, edukasi langsung dari praktisi pers memberikan wawasan baru yang tidak didapatkan mahasiswa hanya dari bangku kuliah.
BACA JUGA: PWI Kebumen dan RSUD dr Soedirman Gelar MCU Gratis untuk Wartawan Sambut HPN 2026
“Ini adalah langkah yang sangat bagus untuk mengedukasi mahasiswa kami. Sekarang banyak sekali berita hoaks, sehingga pembekalan dari PWI Kebumen sangat membantu mereka dalam menyaring mana berita yang benar dan mana yang tidak,” ungkap Ari Waluyo.
Pihak kampus berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Ari menginginkan adanya program berkelanjutan agar mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha terus mendapatkan pembaharuan ilmu mengenai dunia komunikasi dan media masa depan.






