Menghindari Sikap Pilih-Pilih Malam
Buya Yahya juga mengkritik fenomena masjid yang hanya ramai pada tanggal tertentu, seperti malam ke-21 atau ke-23, lalu sepi setelahnya.
Ia menganalogikan pencarian Lailatul Qadar seperti seseorang yang menunggu kiriman makanan favorit. Jika sangat mengharapkannya, orang tersebut pasti akan menunggu sejak pagi hingga malam tanpa berani lengah sedikit pun.
Sebagai penutup, ia berpesan agar umat Islam meningkatkan intensitas ibadah di akhir Ramadan tanpa perlu “sok tahu” atau sibuk mencari fenomena alam yang luar biasa.
“Banyak orang mendapatkan pahala Lailatul Qadar tanpa mereka sadari saat itu. Yang terpenting adalah kurangi kemaksiatan, tingkatkan kebaikan, dan teruslah konsisten beribadah hingga akhir Ramadan,” pungkasnya.






