Ramadhan 2026, dr Zaidul Akbar Ungkap Menu Buka Puasa Sehat Bebas Lemas

Menyambut Ramadhan 2026, panduan sehat dr. Zaidul Akbar agar ibadah makin khusyuk (Foto: Sami Abdullah/Pexels.com)

Beritakebumen.com – Bulan suci Ramadhan 2026 telah tiba. Momen yang dinanti umat Muslim ini tidak hanya menjadi waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan emas untuk membenahi pola hidup sehat.

Pakar kesehatan herbal, dr. Zaidul Akbar, membagikan panduan lengkap mempersiapkan tubuh agar tetap bugar selama berpuasa. Kuncinya terletak pada kombinasi kekuatan spiritual Al-Qur’an dan asupan makanan yang tepat.

Menurut dr. Zaidul, kesehatan sejati di bulan Ramadhan dimulai dari kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai penyembuh utama, baik untuk fisik maupun hati. Ketika jiwa sehat, tubuh akan mengikuti.

Sayangnya, proses penyembuhan alami ini sering terganggu oleh pola makan yang tidak teratur saat berbuka. Ia mengajak masyarakat mulai beralih ke makanan tinggi enzim dan serat agar metabolisme tetap stabil selama menjalani puasa.

BACA JUGA: Auto Kuat Seharian! dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Puasa Lebih Kuat Cukup dengan Bahan Dapur Ini

Salah satu keluhan yang sering muncul adalah rasa lemas dan kantuk setelah berbuka. Kondisi ini umumnya dipicu oleh konsumsi gula berlebih yang menyebabkan lonjakan insulin mendadak. Untuk mengatasinya, dr. Zaidul menawarkan sejumlah menu berbuka yang lebih sehat.

Minuman Sakan Jabin, misalnya, terbuat dari campuran air, satu sendok cuka apel atau nanas, dan tiga sendok madu. Ramuan ini efektif mengurangi rasa haus berlebihan saat sahur dan menghilangkan bau mulut.

Ia juga menyarankan mengganti gorengan dengan alpukat yang dicampur sedikit garam dan gula aren, disantap bersama telur rebus. Kombinasi ini memberikan energi tahan lama tanpa membuat perut begah.

Untuk pencernaan yang lebih lancar, ada bubur pepaya kelapa. Pepaya serut dicampur parutan kelapa tua, sedikit garam, dan gula aren.

Sementara bagi yang ingin menyegarkan tubuh, es campur kebahagiaan berbahan rumput laut, lidah buaya, dan kolang-kaling yang disiram air kelapa, jeruk nipis, dan madu bisa menjadi pilihan.

Di tengah kekhawatiran akan paparan mikroplastik dalam makanan modern, dr. Zaidul memberikan tips detoksifikasi sederhana.

Merendam asam jawa dengan air, garam, dan gula aren dipercaya mampu mengikat logam berat dan residu plastik dalam sistem pencernaan.

Sayuran seperti brokoli dan jamur juga direkomendasikan sebagai agen pembersih racun alami. Agar lebih nikmat, sayuran ini bisa disantap dengan sambal kurma yang terbuat dari cabai rawit, bawang putih, garam, dan kurma sebagai pengganti gula.

Bagi penderita kolesterol atau masalah jantung, dr. Zaidul menyarankan konsumsi minyak zaitun saat sahur dan berbuka, serta memanfaatkan bawang hitam sebagai pengencer darah alami.

BACA JUGA: Cara Siapkan Stok Lauk Ramadan 2026, Sahur dan Buka Puasa Jadi Anti Ribet

Sementara untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi, bone broth atau kaldu yang dimasak dari tulang atau ceker selama 6 hingga 14 jam menjadi sumber kolagen yang sangat efektif.

Pada akhirnya, dr. Zaidul mengingatkan bahwa tujuan utama menjaga kesehatan di bulan Ramadhan bukan semata-mata demi kekuatan fisik.

Tubuh yang sehat adalah kendaraan agar ibadah dapat dijalankan dengan maksimal. Dengan mengurangi gula, tepung, dan minyak goreng, kita memberikan hak tubuh untuk membersihkan diri.

Hasilnya, shalat malam dan tilawah pun terasa lebih ringan dilakukan. Persiapan nutrisi yang tepat sejak sekarang akan membuat ibadah Ramadhan 2026 berjalan lancar dengan fisik prima dan hati yang tenang.

Berita terkait