KEBUMEN, Beritakebumen.com – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kebumen menunjukkan tren penurunan signifikan pada tahun 2024.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPT sebesar 5,07%, turun 0,04% dari angka 5,11% pada Desember 2023.
Penurunan ini semakin mencolok jika dibandingkan dengan kondisi dua tahun lalu, di mana TPT anjlok 0,85% dari 5,92% pada Desember 2022.
Angka 5,07% ini menempatkan Kebumen di urutan 10 besar kabupaten dengan pengangguran tertinggi di Jawa Tengah. Namun tetap lebih baik dari rata-rata nasional yang berada di angka 4,1%.
Meskipun demikian, penurunan ini patut dicermati sebagai indikasi positif pemulihan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Dana Desa Tahap II Cair, Ini Prioritas Penggunaan yang Ditetapkan Pemkab Kebumen
Angkatan Kerja Meningkat
Penurunan angka pengangguran ini sejalan dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja di Kebumen.
BPS mencatat, jumlah angkatan kerja di kabupaten ini terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022, jumlah angkatan kerja tercatat 658,34 ribu pekerja. Angka ini melonjak tajam menjadi 855,78 ribu pekerja pada tahun 2024.
Peningkatan juga terlihat pada jumlah penduduk yang bekerja. Di tahun 2022, jumlah pekerja di Kebumen adalah 619,37 ribu orang.
Kemudian naik menjadi 771,58 ribu orang pada tahun 2023, dan terus meningkat hingga 812,38 ribu orang di tahun 2024.
Tren Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi Kebumen
Meski TPT mengalami penurunan, BPS menyebutkan bahwa hal ini tidak serta-merta berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA: Pemkab Kebumen Larang Seluruh Pegawai Pakai Seragam Dinas, Ini Sebabnya
Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Kebumen tercatat sebesar 5,3%, sedikit melambat dari 5,66% pada tahun sebelumnya.
Dengan tren positif ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik lebih banyak lapangan kerja dan menekan angka pengangguran lebih jauh.
Apalagi, Kebumen masih berada di jajaran sepuluh besar kabupaten dengan pengangguran tertinggi di Jawa Tengah, di bawah Brebes (8,35%), Cilacap (7,83%), dan Tegal (7,53%).






