Tips Bahagia ala Gus Baha, Rahasia Hidup Tenang dengan Menunggu Waktu Salat

Ingin hidup lebih tenang dan penuh berkah? Simak ijazah Gus Baha tentang konsep 'menunggu salat' sebagai rahasia kebahagiaan sejati dan cara meraih status kematian terbaik. (Foto: Istimewa)

Beritakebumen.com – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha membagikan resep hidup tenang dan bahagia untuk umat Muslim.

Konsep utamanya adalah mengisi jeda waktu antara satu kewajiban ibadah dengan lainnya, sehingga hidup senantiasa bermakna.

Berita Lainnya

Dalam ceramahnya yang diunggah di Youtube Sabilun Najah, Gus Baha menyinggung soal kegelisahan hidup manusia modern yang kerap didikte hawa nafsu dan penilaian orang lain.

Islam, menurutnya, hadir sebagai panduan meraih kebahagiaan sejati dan menjauhkan dari maksiat.

BACA JUGA: Resmikan Masjid Al Hikmah Kalirejo, Bupati Kebumen Ajak Warga Teladani Manajemen Jogokariyan

Salah satu resep konkret yang ia tawarkan adalah konsep “menunggu salat”. Ia menganjurkan agar umat Muslim meniatkan hidup sebagai rangkaian penantian terhadap ibadah fardu.

“Setelah salat Subuh, niatkan menunggu Zuhur. Setelah Zuhur, tunggu Asar. Jika kita meninggal di tengah jalan, status kita terekam di sisi Allah sebagai penunggu salat, bukan penunggu kekayaan atau nafsu,” ujar Gus Baha.

Selain konsep tersebut, Gus Baha menekankan pentingnya logika dan kesadaran intelektual dalam menjauhi maksiat.

Ia mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW yang mengajak seorang pemuda berpikir logis tentang konsekuensi zina terhadap harga diri keluarga, alih-alih langsung mengancam dengan azab neraka.

Gus Baha juga memberikan perspektif menarik tentang prestasi duniawi. Menurutnya, orang saleh justru perlu berusaha meraih kekayaan, prestasi, dan jabatan.

Tujuannya agar otoritas dan pengaruh positif tidak jatuh ke tangan orang yang mungkin menggunakannya untuk hal-hal buruk.

BACA JUGA: PC IPNU–IPPNU Kebumen 2025-2027 Resmi Dilantik, Bupati Dorong Pelajar NU Lebih Dekat dengan Masyarakat

Di akhir ceramah, Gus Baha mengajak jamaah untuk meneladani ketenangan para wali Allah.

Kunci hidup rileks dan tanpa beban berat, menurutnya, adalah dengan memandang segala urusan hidup sebagai hubungan langsung antara hamba dengan Tuhannya.

Dengan pola pikir ini, agama menjadi jalan kemudahan yang memberkahi setiap langkah kehidupan.

Berita terkait