Waspada! BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Kebumen

BMKG merilis peringatan dini delombang tinggi di Perairan Selatan Jawa Tengah, termasuk Kebumen. (Ilustrasi: Created by AI)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah.

Peringatan ini berlaku mulai 27 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB hingga 30 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB.

Berita Lainnya

Gelombang tinggi diprediksi terjadi di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

Gelombang di wilayah ini diprakirakan mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter, masuk dalam kategori gelombang tinggi.

BACA JUGA: BMKG Imbau Warga Pesisir Jateng Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Termasuk di Kebumen

Selain itu, cuaca di area tersebut juga diprediksi berawan hingga berawan tebal. Kecepatan angin di perairan ini umumnya bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 20 knot.

Waspada bagi Pelayaran

Pola angin di Indonesia bagian utara secara umum bergerak dari Selatan ke Barat Daya dengan kecepatan 6 hingga 30 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan 4 hingga 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa lokasi, termasuk Selat Karimata bagian utara, Samudra Hindia di barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia di selatan Jawa, serta Samudra Pasifik di utara Papua.

Kondisi ini berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran, terutama untuk beberapa jenis kapal.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Ancam Selatan Kebumen, BMKG Imbau Warga Waspada

Perahu Nelayan perlu waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kapal Tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Kapal Feri disarankan berhati-hati saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Masyarakat dan nelayan diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan memprioritaskan keselamatan di laut.

Berita terkait