Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Selatan Jateng, Termasuk Kebumen

Gelombang tinggi ancam Pesisir Selatan Jawa Tengah hingga 20 September 2025. (Foto: Ilustrasi Canva)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Gelombang tinggi dengan kategori berbahaya diprakirakan akan melanda perairan selatan Jawa, khususnya di wilayah Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena ini, yang berlaku mulai 17 hingga 20 September 2025.

Berita Lainnya

Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan dapat membahayakan keselamatan.

Prakiraan BMKG menyebutkan bahwa tinggi gelombang laut di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo dapat mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, masuk dalam kategori gelombang tinggi.

BACA JUGA: Hingga 14 September, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Selatan Kebumen

Gelombang tersebut didorong oleh angin yang bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot.

Meski cuaca di daratan diprakirakan berawan hingga berawan tebal dan berpotensi hujan ringan, kondisi di laut tetap harus diwaspadai.

Tingginya gelombang ini menimbulkan risiko signifikan bagi berbagai jenis kapal. Untuk perahu nelayan, kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter sudah dianggap berisiko.

Sementara itu, kapal tongkang diimbau untuk berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

Kapal feri pun tidak luput dari ancaman, di mana kecepatan angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter dapat membahayakan pelayaran.

Masyarakat, khususnya para nelayan dan operator pelayaran, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri untuk melaut selama periode peringatan dini ini.

BACA JUGA: Warga Kebumen Waspada! Gelombang 4 Meter Berpotensi Terjang Selatan Jateng

Memantau informasi terkini dari BMKG secara rutin adalah langkah krusial untuk memastikan keselamatan. Dengan memahami risiko yang ada, potensi kecelakaan dapat diminimalkan.

Peringatan dini ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak terkait untuk mengambil tindakan preventif demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di perairan selatan Jawa Tengah.

Berita terkait