AYAH, Beritakebumen.com – Jembatan bambu yang menghubungkan Desa Jintung dan Desa Srati di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, roboh setelah diterjang cuaca ekstrem.
Kini, warga dan anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki di atas batang pohon kelapa.
Kepala Desa Jintung bersama aparat setempat secara terbuka memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membangun jembatan permanen yang aman.
Robohnya jembatan bambu itu meninggalkan luka mendalam bagi warga. Pada Senin, 20 April 2026, seorang warga mengalami patah tulang setelah jatuh saat mengantar anaknya ke sekolah.
Jembatan yang menjadi akses vital tersebut tidak bisa lagi dilewati.
Kepala Desa Jintung, Walim, menyampaikan permohonan darurat melalui video yang diunggah akun TikTok Karang Taruna Rewo Rewo pada Kamis, 23 April 2026.
BACA JUGA: Update Perbaikan Jembatan Karanganyar Kebumen: Pengecoran Rampung, Kini Masuk Tahap Perawatan Beton
Dalam video tersebut, ia menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas untuk bertaruh nyawa setiap hari.
“Kami memohon dengan sangat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin mewujudkan impian mempunyai jembatan yang kuat dan aman untuk dilewati,” ujar Walim.
Wilayah Kecamatan Ayah dikenal dengan medan berbukit dan aliran sungai yang deras saat musim hujan.
Tanpa jembatan permanen, mobilitas warga untuk mengangkut hasil bumi dan mengakses layanan pendidikan menjadi terhambat.
Jembatan yang roboh itu sebelumnya menjadi satu-satunya penghubung antara dua desa.
Warga berharap uluran tangan dari pemerintah pusat segera terwujud. Keselamatan puluhan anak sekolah dan kelancaran aktivitas warga kini bergantung pada cepatnya respons terhadap permohonan ini.
Pembangunan jembatan permanen di Desa Jintung saat ini mejadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.






