KEBUMEN, Beritakebumen.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen meluncurkan Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R di Pendopo Kabumian pada Kamis, 11 Juni 2026.
Langkah ini mendukung target eliminasi Tuberkulosis (TBC) nasional pada tahun 2029.
Peluncuran dihadiri Bupati Kebumen, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan PPKB, para camat, kepala puskesmas, dan mitra kerja.
Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Iwan Danardono, mengatakan penanganan TBC butuh kerja sama lintas sektor.
Desa Kuwayuhan di Kecamatan Pejagoan ditunjuk sebagai desa percontohan.
Sebanyak 25 pasien mendapat bantuan makanan bergizi Rp200.000 per bulan dari Dompet Dhuafa. Rumah sehat dengan ventilasi dan pencahayaan baik juga dibangun untuk memutus rantai penularan.
BACA JUGA: Bupati Kebumen Lepas 347 Jemaah Haji Kloter 12, Ada Jemaah Termuda Usia 18 Tahun
“Kami latih anggota Bhabinkamtibmas menjadi petugas pelacak TBC. Jika kasus naik, itu artinya sistem pencarian berjalan aktif,” ujar Iwan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyebut tren penemuan kasus meningkat: 2.800 kasus pada 2024 dan lebih dari 3.200 kasus pada 2025.
Hingga Mei 2026, capaian baru 30 persen dari target estimasi.
Menurut Bupati, kenaikan ini menunjukkan pelacakan yang lebih optimal. “Tantangan TBC adalah kasus gunung es. Aplikasi Smart TB-R membantu kebijakan berbasis data akurat,” tegasnya.
Pemkab terus memperkuat skrining dengan X-Ray, investigasi kontak, dan kolaborasi gizi demi eliminasi TBC di Kebumen.






