PREMBUN, Beritakebumen.com – RSUD Prembun, Kebumen, mengolah sekitar 13 kilogram sisa makanan dapur rumah sakit setiap hari menjadi kompos padat dan pupuk cair.
Hasil pengolahan limbah organik tersebut dimanfaatkan untuk mendukung terapi okupasi pertanian bagi pasien gangguan jiwa di Bangsal Nusa Indah.
Program ini diperkenalkan melalui kegiatan Terapi Modalitas Okupasi Pertanian dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026, Sabtu, 17 Oktober 2026, di kompleks RSUD Prembun.
Kegiatan tersebut melibatkan pejabat struktural rumah sakit, perawat pendamping, mahasiswa praktik Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), serta puluhan pasien dan keluarga mereka.
BACA JUGA: Kambuh dan Resahkan Warga, ODGJ di Karangsambung Kebumen Dievakuasi ke RSUD
Acara diawali dengan edukasi singkat, penyerahan bibit tanaman dan pupuk cair secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan praktik menanam bibit tomat bersama.
Kepala Bangsal Nusa Indah RSUD Prembun, Mukhlis Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan pengelolaan sampah makanan dengan proses pemulihan pasien melalui aktivitas pertanian.
Melalui inovasi bertajuk Pesan Satu Jiwa Logiz, sisa makanan dari dapur rumah sakit diolah menjadi bahan organik yang dapat digunakan kembali untuk berbagai kegiatan produktif.
BACA JUGA: HUT ke-110, RSUD dr. Soedirman Kebumen Bakal Punya 6 Layanan Spesialis Unggulan Baru
“Melalui inovasi bertajuk Pesan Satu Jiwa Logiz, sisa makanan diolah menjadi bahan organik bermanfaat. Langkah ini efektif mengurangi limbah sekaligus mendukung proses terapi bagi para pasien gangguan jiwa,” ujar Mukhlis.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Prembun, Dian Naurullita, mengatakan pelaksanaan program tersebut didukung kolaborasi lintas unit, terutama Bangsal Nusa Indah, Instalasi Gizi, serta Instalasi Hygiene dan Sanitasi.
Aktivitas terapi yang diberikan kepada pasien juga mencakup beragam kegiatan produktif.
Selain menanam sayuran seperti tomat, terong, dan cabai, pasien diajak mengikuti kegiatan peternakan kelinci, budidaya ikan, hingga pembuatan kompos.
Rangkaian aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada pasien untuk terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari yang terarah.
Melalui terapi okupasi, pasien diharapkan dapat menjalani proses pemulihan sekaligus membangun kembali kepercayaan diri.
BACA JUGA: PWI Kebumen dan RSUD dr Soedirman Gelar MCU Gratis untuk Wartawan Sambut HPN 2026
Hasil panen dari kegiatan pertanian itu nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan organik di Instalasi Gizi RSUD Prembun.
RSUD Prembun mengembangkan program ini dengan menghubungkan pengelolaan limbah organik, kegiatan pertanian, dan terapi okupasi dalam satu rangkaian kegiatan.
Pemanfaatan sisa makanan menjadi pupuk juga membuka peluang penggunaan kembali limbah dapur untuk aktivitas yang produktif.






