Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Kebumen, BMKG Keluarkan Peringatan hingga 21 Oktober

Ilustrasi gelombang laut tinggi di perairan selatan Kebumen. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang setinggi 2,5–4 meter yang berlaku hingga 21 Oktober 2026. (Ilustrasi: Created by AI)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Gelombang laut setinggi 4 meter mengancam keselamatan pelayaran di perairan selatan Kebumen, Cilacap, dan Purworejo.

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini berisiko bagi nelayan dan kapal yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Peringatan dini BMKG berlaku mulai Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

BACA JUGA: Waspada! BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Selatan Kebumen

Selama periode tersebut, tinggi gelombang di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori gelombang tinggi.

Cuaca di wilayah perairan tersebut diprakirakan umumnya cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 4–20 knot.

Tiga wilayah yang masuk dalam peringatan dini gelombang tinggi tersebut meliputi perairan Cilacap, perairan Kebumen, dan perairan Purworejo.

Risiko Keselamatan Pelayaran

BMKG turut mengingatkan potensi risiko keselamatan pelayaran akibat kondisi angin dan gelombang laut.

Berdasarkan keterangan dalam peringatan tersebut, terdapat ambang kondisi yang perlu diwaspadai oleh sejumlah jenis kapal.

Perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, risiko muncul ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi Rusak 70 Warung di Pantai Setrojenar dan Suwuk, BPBD: Waspada hingga 15 Agustus

Sementara itu, kapal feri berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Peringatan gelombang tinggi ini perlu menjadi perhatian nelayan dan operator kapal yang beraktivitas di perairan selatan Jawa Tengah, khususnya di wilayah Kebumen, Cilacap, dan Purworejo.

Mereka perlu mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut atau melakukan pelayaran serta memantau perkembangan informasi cuaca maritim selama masa peringatan berlangsung.

Pos terkait