KARANGGAYAM, Beritakebumen.com – Krisis air bersih parah melanda wilayah Kebumen sepanjang musim kemarau.
Sebanyak 30 keluarga di Dukuh Kalipranji, Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, kesulitan mendapatkan pasokan air sejak Agustus 2026.
Hingga sebagian warga harus berjalan kaki hampir tiga kilometer menuju pegunungan demi memenuhi kebutuhan harian.
Guna meringankan beban warga, Pemerintah Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih.
Melalui distribusi berkala setiap dua minggu sekali, setiap keluarga menerima jatah 20 hingga 30 liter air sesuai dengan laporan kebutuhan di lapangan.
Dampak krisis kekeringan ini meluas di berbagai wilayah.
BACA JUGA: Hari Jadi Humas Polri ke-75, 11.000 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Kalisono Kebumen
Catatan BPBD Kebumen menunjukkan setidaknya 67 desa yang tersebar di 17 kecamatan kini menghadapi krisis pasokan air bersih yang serupa.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengimbau masyarakat agar memperketat penghematan air selama musim kemarau berlangsung.
Ia turut mengingatkan warga untuk tidak membuang puntung rokok secara sembarangan demi mencegah potensi kebakaran lahan.
Bantuan tangki air saat ini baru menanggulangi masalah secara darurat.
Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Kebumen menggenjot perluasan jaringan PAMSIMAS, percepatan proyek pipanisasi, serta pembangunan embung dan waduk penampung air hujan agar ancaman kekeringan dapat teratasi secara permanen.






