Pembangunan Batalyon Teritorial di Kebumen Dimulai, Buayan Jadi Lokasi Pertama

Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Buayan, Kebumen mulai berjalan, target rampung Juli 2026. (Foto: Beritakebumen.com)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kodim 0709/Kebumen mulai menggarap proyek pembangunan markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).

Dari dua batalyon yang direncanakan di Kabupaten Kebumen, proses pengerjaan tahap awal saat ini difokuskan di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan.

Berita Lainnya

Komandan Kodim (Dandim) 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, menyampaikan bahwa proyek besar ini menempati lahan milik Perhutani seluas sekitar 50 hektar.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara silaturahmi bersama awak media dan pegiat media sosial di Aula Kodim 0709/Kebumen, Senin, 18 Mei 2026 malam.

BACA JUGA: Kodim 0709/Kebumen Raih 4 Penghargaan TMMD Nasional 2026, Bukti Sinergi TNI dan Masyarakat

Progres Penyiapan Lahan

Menurut Letkol Inf Eko Majlistyawan, proses di lapangan baru berjalan sekitar tiga hari dengan fokus pada penyiapan dan pematangan lahan yang akan didirikan bangunan.

Pada pembangunan tahap pertama ini, komplek militer tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas utama.

“Rencananya adalah perkantoran, kemudian empat barak, dan gudang senjata,” ujar Letkol Inf Eko Majlistyawan.

Dandim memastikan lokasi yang digunakan murni lahan milik Perhutani dan tidak menggusur lahan pertanian produktif milik warga.

Mengingat karakter Yon TP yang berkaitan dengan ketahanan pangan, kawasan ini ke depan diproyeksikan untuk mendukung berbagai sektor produktif.

Batalyon ini nantinya memiliki kompi-kompi khusus, mulai dari kompi produksi, kompi zeni, hingga kompi peternakan dan perikanan.

Targetnya, pembangunan fasilitas barak selesai pada akhir Juli 2026 agar bisa langsung menampung para personel yang disiapkan. Proyeksi operasional penuh pun ditargetkan berjalan pada tahun ini.

Alasan Pemilihan Lokasi

Ketika dikonfirmasi mengenai alasan pemilihan lokasi di wilayah Kebumen bagian barat, Letkol Inf Eko Majlistyawan menjelaskan ada beberapa pertimbangan strategis.

Mulai dari status kepemilikan tanah hingga ketersediaan infrastruktur pendukung. Ada empat faktor utama penentuan lokasi di Buayan.

Yaitu status lahan yang menggunakan lahan murni milik Perhutani. Kemudian, terkait aksesibilitas. Yakni lokasi yang dipilih memiliki akses jalan yang memadai.

Selanjutnya terpenuhinya fasilitas dasar, sepertinya sumber air bersih tersedia dengan baik di kawasan tersebut. Kemudian, jaringan internet juga sudah masuk dan instalasi listrik tidak jauh dari lokasi pembangunan.

BACA JUGA: Mutasi Besar TNI, 14 Mayjen Masuk Masa Pensiun, Ada Dua Nama Jenderal asal Kebumen

Rencana Batalyon Kedua di Sempor

Kehadiran markas militer baru ini diproyeksikan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat lokal.

Dengan jumlah personel yang mencapai lebih dari 1.000 orang, aktivitas di markas ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di wilayah Kecamatan Buayan dan sekitarnya.

Selain di Buayan, pemerintah dan TNI juga merencanakan pembangunan batalyon kedua yang berlokasi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor.

Kapasitas personel di Sempor nantinya juga sama, yakni menampung lebih dari 1.000 prajurit.

Namun, untuk tahap awal ini, seluruh energi dan fokus pembangunan diarahkan terlebih dahulu untuk merampungkan proyek di Kecamatan Buayan.

Berita terkait