Sementara itu, Trevor Masanga, mahasiswa asal Malawi, menikmati kesempatan mempelajari budaya lokal, musik, dan pertunjukan tradisional selama mengikuti Kebumen Fest 2026.
Ia menilai festival tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal budaya dan tradisi Kebumen sekaligus merasakan suasana masyarakat yang ramah.
“Pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah menyaksikan pertunjukan budaya serta merasakan langsung tradisi dan keramahan masyarakat setempat. Ini merupakan kesempatan yang sangat berkesan untuk mengalami dan mengenal budaya Kebumen secara langsung,” tandasnya.
Jadi Ajang Promosi Geopark Kebumen
Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam dan Infrastruktur Bapperida Kebumen, Jinggarani Rosmala Dewi SIP MPA, mengatakan Kebumen Culture Festival juga menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Geopark Kebumen melalui seni dan budaya.
Geopark Kebumen saat ini telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Karena itu, pengenalan kawasan tersebut tidak hanya dilakukan melalui aspek geologi, tetapi juga melalui hubungan antara alam, masyarakat, dan kebudayaan.
“Pengunjung dapat melihat hubungan antara kehidupan masyarakat, keragaman budaya, serta lingkungan alam yang menjadi bagian dari karakter wilayah Kebumen,” ujar Jingga.
Menurut dia, pendekatan budaya membuat festival memiliki fungsi lebih luas. Selain menjadi ruang pertunjukan, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi dan promosi untuk mengenalkan identitas serta potensi Geopark Kebumen kepada masyarakat nasional dan internasional.
Interaksi langsung dengan seniman, karya budaya, dan permainan tradisional juga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk memahami kehidupan masyarakat Kebumen secara lebih dekat.
Terpukau Sendratari The Tales of Karangbolong
Sebelum mengikuti Kebumen Culture Festival, 18 pengunjung internasional tersebut juga menghadiri Opening Ceremony Kebumen Fest 2026 pada Sabtu (22/8/2026).
Mereka menyaksikan sendratari The Tales of Karangbolong, salah satu pertunjukan utama dalam pembukaan Kebumen Fest 2026. Pertunjukan tersebut melibatkan penari Kebumen dari berbagai kelompok usia.
Melalui pertunjukan itu, pengunjung internasional dapat mengenal cerita lokal, seni pertunjukan, dan kebudayaan Kebumen secara langsung. Mereka menikmati pertunjukan bersama masyarakat dan pengunjung lainnya dalam suasana yang meriah.
Jingga mengatakan keterlibatan pengunjung dari berbagai negara membuka peluang untuk memperluas jejaring promosi Kebumen di tingkat global.
“Ke depan, event ini kami harap terus menjadi ruang promosi seni dan budaya sekaligus sarana memperkenalkan potensi Geopark Kebumen kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. ***








