Resmikan ‘MBG Nglarisi Pasar’, BGN Pastikan Dapur MBG Belanja dari Pasar dan Petani Kebumen

Program Makan Bergizi Gratis di Kebumen, putar roda ekonomi hingga Rp2 triliun per tahun. (Foto: Beritakebumen.com)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan muncul dari Bumi Beriman.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertajuk “Nglarisi Pasar dan Petani Kebumen” di Pasar Tumenggungan Kebumen, Senin, 12 Januari 2026.

Berita Lainnya

Program ini diluncurkan tidak hanya untuk mencetak generasi cerdas, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi lokal yang masif.

Dalam kunjungannya, Dadan mengungkapkan fakta mencengangkan mengenai potensi perputaran uang di Kebumen.

BACA JUGA: 2.147 Pelajar Sudah Merasakan Manfaat Langsung Program MBG Polres Kebumen

Dengan target 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan beroperasi, BGN diproyeksikan menggelontorkan dana hingga Rp2 triliun sepanjang tahun 2026 hanya untuk wilayah Kebumen.

Angka ini hampir menyaingi total APBD Kebumen yang berada di kisaran Rp3 triliun.

“Sekitar 70 persen dari dana tersebut atau sekitar Rp1,4 triliun dialokasikan khusus untuk belanja bahan baku pangan. Jika uang sebesar itu masuk ke pasar dan petani lokal, mustahil pasar akan sepi. Kami ingin memastikan ekonomi masyarakat bergerak serentak,” ujar Dadan.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyebut inovasi ini sebagai solusi atas keluhan pedagang pasar tentang sepinya pembeli akibat tren belanja daring.

Melalui penandatanganan Surat Edaran (SE) MBG Nglarisi Pasar, dapur-dapur penyedia makanan kini diwajibkan memprioritaskan belanja bahan pangan dari pasar rakyat dan petani lokal minimal satu kali dalam seminggu.

Dampak program ini mulai terasa nyata pada sektor lapangan kerja. Saat ini, dapur MBG di Kebumen telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja.

BACA JUGA: Dorong Ekonomi Lokal, Pemkab Kebumen Pastikan Produk Petani Terserap Program MBG

Diprediksi akan meningkat hingga 10.000 orang saat seluruh unit beroperasi penuh. Komoditas lokal seperti lele, telur, pisang, hingga sayur-mayur kini memiliki kepastian pasar yang berkelanjutan.

Peluncuran ini juga dibarengi dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan 200 paket sembako terjangkau bagi warga.

Melalui sinergi antara pemenuhan gizi anak dan penguatan rantai pasok lokal, Kebumen optimis mampu mencetak SDM unggul sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pedagang secara signifikan menuju tahun 2045.

Berita terkait