232 Karhutla Terjadi di Jawa Tengah hingga Agustus 2026, Naik 700 Persen

Lahan Perhutani di Kebumen terbakar, warga dan petugas padamkan api secara manual. (Foto: Humas Polres Kebumen)

SEMARANG, Beritakebumen.com – Sebanyak 232 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat di Jawa Tengah sepanjang 1 Januari hingga 23 Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat sekitar 700 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berita Lainnya

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, total terdapat 547 kejadian kebakaran hingga 23 Agustus 2026.

Rinciannya, 232 karhutla dan 315 kebakaran gedung serta permukiman.

Karhutla tersebar di seluruh 35 kabupaten/kota dengan dampak 194 hektare lahan, 213 hektare hutan, dan 2,17 hektare area TPA terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp23 miliar.

Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yakni 31 kejadian, disusul Sragen 30 kejadian dan Sukoharjo 18 kejadian.

BACA JUGA: Kebakaran Lahan Perhutani di Karanggayam, Setengah Hektare Pohon Pinus Terbakar

“Kebakaran lahan didominasi kebakaran lahan pertanian, khususnya tebu dan semak belukar. Penyebabnya diduga karena human error Untuk lahan tebu biasanya untuk membersihkan selasar tebu saat panen,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Taj Yasin mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Kita harus antisipasi, kita harus menjaga betul. Kalau merokok jangan buang puntung rokok asal lempar, karena bisa menyebabkan kebakaran,” ujarnya.

BPBD menyebut kebakaran didominasi lahan pertanian, terutama tebu dan semak belukar, yang diduga dipicu kelalaian manusia.

Berita terkait