KEBUMEN, Beritakebumen.com – Pemkab Kebumen resmi menyalurkan dana Hibah dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai total Rp22,366 miliar.
Penyerahan simbolis dilakukan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, kepada perwakilan kelompok masyarakat dan 48 desa di Pendopo Kabumian, pada Senin, 3 November 2025.
Program ini bertujuan meningkatkan transparansi dan mempercepat pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Alokasi dana bantuan pemerintah daerah tersebut disalurkan melalui berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Rinciannya meliputi BKK untuk 48 desa sebesar Rp9,17 miliar dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
BACA JUGA: Dana Desa Tahap II Cair, Ini Prioritas Penggunaan yang Ditetapkan Pemkab Kebumen
Sektor pendidikan menerima porsi signifikan sebesar Rp8,47 miliar dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk rehab ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, dan pengadaan teknologi informasi.
Disperkimhub mengalokasikan Rp285 juta untuk rehabilitasi dan relokasi rumah korban bencana. Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memberikan hibah semen senilai Rp1,12 miliar untuk 129 penerima.
Sektor ekonomi dan ketahanan pangan juga mendapat perhatian melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) yang menyalurkan traktor, kambing, sapi, dan bibit tanaman senilai Rp1,16 miliar.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) juga memberikan bantuan alat dan seragam kesenian sebesar Rp1,43 miliar.
Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa program hibah dan BKK merupakan bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
BACA JUGA: Dorong Ekonomi Lokal, Pemkab Kebumen Pastikan Produk Petani Terserap Program MBG
Ia meminta penerima bantuan mengelola dana dengan terbuka, jujur, dan melibatkan masyarakat.
“Mari jadikan bantuan ini sebagai pemantik semangat gotong royong membangun desa. Untuk bantuan barang seperti traktor, mohon dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan hanya disimpan di gudang,” pesan Bupati.






