Tradisi Likuran Ramadan di Desa Pecarikan, Warga Gelar Doa Bersama

Tradisi Likuran
Tradisi likuran di Desa Pecarikan, Prembun. Sumber: FB. Pemdes Pecarikan

KEBUMEN, beritakebumen.com – Warga Desa Pecarikan Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, kembali menggelar tradisi likuran pada malam ke-21 bulan Ramadan 1447 Hijriah, Selasa 10 Maret 2026. Kegiatan  yang dipusatkan di Masjid Baiturohim RW 01 Desa Pecarikan itu diikuti masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Berita Lainnya

Merujuk akun Facebook Pemdes Pecarikan, tradisi Likuran menjadi salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan masyarakat setiap memasuki 10 malam terakhir Ramadan. Warga berkumpul di area masjid untuk mengikuti rangkaian doa bersama serta mempererat silaturahmi antarwarga.

BACA JUGA: Kebumen Waspada Hujan Lebat, BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 11-20 Maret 2026

Suasana khidmat terlihat sejak awal kegiatan. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir untuk mengikuti doa bersama yang menjadi inti dari pelaksanaan tradisi tersebut. Selain sebagai kegiatan keagamaan, Likuran juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat desa.

Tradisi ini memiliki makna penting bagi warga karena menandai dimulainya 10 malam terakhir Ramadan yang diyakini memiliki banyak keutamaan. Pada periode tersebut, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa.

Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi menunjukkan bahwa tradisi Likuran masih memiliki tempat kuat dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga Desa Pecarikan.

BACA JUGA: Hindari Kecurangan, Penjaringan Perangkat Desa Kutowinangun Digelar dengan CBT

Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi Likuran dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Selain menjaga nilai tradisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat nilai religius serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. ***

Berita terkait