KEBUMEN, Beritakebumen.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jawa Tengah.
Peringatan dini dari BMKG tersebut juga berlaku untuk wilayah Kabupaten Kebumen, pada periode Dasarian II Maret 2026.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di tengah puncak musim hujan yang masih berlangsung.
Berdasarkan hasil monitoring indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) pada akhir Februari 2026, kondisi iklim saat ini berada pada kategori netral.
BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang Terjang 32 Desa di Kebumen Sejak Jumat Malam
Namun, anomali suhu permukaan laut di wilayah Samudra Hindia dan Pasifik tetap memicu pembentukan awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa Tengah.
Prakiraan Cuaca 10 Hari Kedepan di Kebumen
BMKG membagi peringatan potensi hujan lebat di wilayah Kebumen ke dalam dua rentang waktu utama.
Pada periode pertama, yakni 11 hingga 13 Maret 2026, hampir seluruh kecamatan di Kebumen berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Wilayah tersebut meliputi:
- Ayah, Buayan, Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal, Mirit, Prembun, Kutowinangun, Alian, Kebumen, Pejagoan.
- Sruweng, Adimulyo, Kuwarasan, Rowokele, Sempor, Gombong, Karanganyar, Karanggayam, Sadang, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, dan Karangsambung.
Selanjutnya, pada periode 14 hingga 16 Maret 2026, konsentrasi hujan lebat diprediksi masih bertahan di sepuluh wilayah kecamatan, di antaranya:
- Buayan, Pejagoan, Sruweng, Adimulyo, Kuwarasan, Rowokele, Sempor, Gombong, Karanganyar, dan Karanggayam.
Status Waspada Curah Hujan Tinggi
Secara umum, BMKG menetapkan status Waspada untuk wilayah Jawa Tengah dengan estimasi curah hujan mencapai 150 hingga 200 mm per dasarian.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjang Kebumen, Pohon Tumbang Timpa Rumah di 6 Kecamatan
Selain Kebumen, sejumlah daerah tetangga seperti Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Cilacap juga masuk dalam peta peringatan dini ini.
Kondisi ini menuntut langkah mitigasi yang konkret dari pemerintah daerah dan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai atau lereng perbukitan yang rawan pergerakan tanah.
BMKG menyarankan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala guna mengantisipasi dampak ikutan dari hujan lebat.
Informasi detail hingga tingkat kecamatan dapat diakses secara langsung melalui aplikasi resmi @infoBMKG atau dengan menghubungi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG terdekat.






