Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang Terjang 32 Desa di Kebumen Sejak Jumat Malam

Siklon tropis LUANA picu angin kencang di Kebumen, puluhan rumah rusak dan jaringan listrik terputus. (Foto: BPBD Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Kebumen sejak Jumat, 23 Januari 2026 malam hingga Sabtu, 24 Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat kerusakan tersebar di 42 titik yang meliputi puluhan rumah, gedung, dan jaringan listrik di 15 kecamatan.

Berita Lainnya

Penyebabnya adalah dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia.

Berdasarkan laporan terbaru Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) PB BPBD Kebumen per Sabtu pukul 20.00 WIB, cuaca ekstrem yang terjadi sejak 23 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WIB telah menyebabkan beragam kerusakan.

BACA JUGA: Tiang Listrik Tumbang di Kebumen Akibat Hujan Angin, Lalu Lintas Kembali Normal Setelah Dievakuasi

Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan sebanyak 32 rumah dan 3 gedung mengalami kerusakan, sementara 7 titik jaringan listrik terdampak akibat pohon tumbang.

Kerusakan tersebar di wilayah Kecamatan Rowokele, Karanggayam, Sempor, Sruweng, Padureso, Gombong, Alian, Ambal, Adimulyo, Klirong, Buluspesantren, Pejagoan, Kuwarasan, Petanahan, dan Bonorowo.

Menurut Heri, insiden yang paling banyak terjadi adalah pohon tumbang yang menimpa rumah, jalan, serta jaringan listrik dan kabel.

Meski menimbulkan kerusakan material, bencana angin kencang ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun pengungsian warga.

Taksiran sementara kerusakan mencapai Rp20.750.000, dengan total kerugian diperkirakan sekitar Rp49.040.000.

Heri Purwoto menjelaskan, cuaca ekstrem di Kebumen ini dipicu oleh fenomena siklon tropis.

Menurut peringatan dini BMKG, Siklon Tropis Luana yang berada di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Jawa, termasuk Kebumen.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi angin kencang untuk wilayah Cilacap dan sekitarnya sejak 24 hingga 25 Januari 2026.

BACA JUGA: Tebing 10 Meter Longsor Timpa Rumah Warga di Donorojo Kebumen, Begini Kondisi Korban

Saat ini, BPBD Kebumen bersama relawan dan lintas sektor terkait masih melakukan pemantauan, penanganan di lokasi, serta pendistribusian bantuan peralatan dan logistik kebencanaan.

Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap potensi lanjutan cuaca ekstrem, seperti pohon atau papan reklame tumbang, terutama di jalan raya.

Tim BPBD masih menghimpun laporan dan data kerusakan. Angka dan kondisi terdampak dapat berubah seiring proses assesment di lapangan.
“Upaya koordinasi dan pemantauan kondisi cuaca di berbagai wilayah terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut,” ujarnya.

Berita terkait