KARANGANYAR, Beritakebumen.com – Akses utama Jembatan Karanganyar resmi ditutup sementara mulai Jumat pagi, 10 April 2026.
Penutupan ini dilakukan untuk memperbaiki lantai dasar jembatan. Proses perbaikan diperkirakan berlangsung selama satu bulan.
Warga sempat khawatir arus lalu lintas akan terganggu. Namun, jembatan darurat hadir sebagai solusi cepat.
Bupati Kebumen langsung memerintahkan pembangunan jembatan darurat agar mobilitas warga tidak terputus total.
Kini, fasilitas ini menjadi jalur utama bagi pengendara roda dua dan kendaraan kecil roda empat.
Karena lebar jembatan terbatas, petugas menerapkan sistem buka-tutup. Kendaraan melintas secara bergantian. Meski harus mengantre, warga merasa sangat terbantu.
Jembatan darurat memangkas jarak tempuh yang cukup signifikan. Tanpa jembatan ini, warga harus memutar jauh melalui jalur alternatif dan membuang waktu lebih lama.
BACA JUGA: Jembatan Karanganyar Ditutup, Pemkab Kebumen Siapkan Jalur Darurat
Seorang pelajar yang setiap hari melewati jalur tersebut mengaku terbantu.
“Sangat bagus karena kalau motor harus memutar itu jauh sekali. Saya lewat sini setiap hari untuk berangkat sekolah,” ujarnya.
Penanggung jawab proyek, Dwiyono Waluyo, mengatakan operasional jembatan darurat mengutamakan kepentingan mendesak.
Anak sekolah dan mobil ambulans menjadi prioritas utama. Pelayanan dasar dan pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan.
Dwiyono juga mengimbau pengendara mobil pribadi menggunakan jalur alternatif.
“Kami menyarankan kendaraan kecil memilih jalur alternatif melalui Adimulyo maupun Karang Kemiri agar tidak terjadi antrean panjang di sini,” jelasnya.
Jalur alternatif di Adimulyo dan Karang Kemiri dilaporkan dalam kondisi baik. Pengerjaan Jembatan Karanganyar difokuskan pada penguatan dan perbaikan lantai dasar.
Pihak pelaksana proyek optimis pekerjaan selesai tepat waktu dalam satu bulan. Dukungan positif dari masyarakat menjadi penyemangat para pekerja di lapangan.






