Beritakebumen.com – Tren lifestyle inflation atau lonjakan pengeluaran seiring naiknya gaji kian menjebak masyarakat urban dalam perlombaan gengsi.
Alih-alih terjebak siklus pamer citra di media sosial, kini muncul tren finansial baru berbasis slow living untuk meraih kebebasan finansial jangka panjang.
Strategi ini mengedepankan kendali penuh atas keputusan belanja di tengah ritme kota yang serba cepat.
Fenomena “diam-diam kaya” menjadi tujuan utama, di mana seseorang lebih fokus mempertebal aset dan cash flow daripada sekadar meningkatkan standar nongkrong atau kendaraan demi validasi sosial.
Kunci utama penerapan finansial ini adalah memperlambat respons terhadap keinginan konsumtif melalui “Aturan 48 Jam”.
BACA JUGA: Waspadai Dampak Begadang Saat Puasa, Kulit Cepat Tua dan Tubuh Kelelahan
Metode ini mengharuskan seseorang memberi jeda dua hari sebelum membeli barang non-primer guna menghindari belanja impulsif.






