Beritakebumen.com – Memasuki usia 30 tak selalu harus terasa menakutkan. Bagi aktivis dan kreator konten Abigail Limuria, kepala tiga justru menjadi momen untuk menyaring hidup, memperketat prioritas, dan belajar bersikap “egois” dalam arti yang positif.
Dalam kanal YouTube Rintik Obrolan, Abigail membagikan cara baru memandang energi serta waktu yang semakin terbatas.
Ia menekankan pentingnya menerima kenyataan pahit tanpa jatuh dalam kepasrahan.
“Menerima bukan berarti menyerah. Itu strategi untuk mengenali batasan dan menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.
Menurut Abigail, usia 20-an adalah masa eksperimen penuh gejolak. Kini saatnya fokus pada hal yang benar-benar penting.
Ia mengakui bahwa dulu banyak tindakannya didorong validasi eksternal, seperti pujian atau rasa sungkan menolak. Kini ia memilih bertindak berdasarkan motivasi internal.
BACA JUGA: Najwa Shihab: Generasi Muda Perempuan Harus Berani Ambil Peluang dan Lawan Rasa Malu
“Ketika kita melakukan segala sesuatu untuk diri sendiri, kita tidak menuntut balasan dari orang lain. Hasilnya, kita jadi lebih tulus dan menyenangkan,” jelas Abigail.
Dewasa juga berarti berani menghadapi konsekuensi. Abigail mengkritik kebiasaan berlindung di balik kalimat “niat saya baik”.
Menurutnya, niat baik tidak menghapus dampak buruk. Jika hasilnya merugikan, tanggung jawab tetap harus dipikul.
Ketenangan dalam menentukan prioritas, tegas Abigail, tidak datang dari buku semata. Semua lahir dari melewati masa-masa sulit.
Baginya, usia 30 adalah tentang hidup yang lebih sadar, lebih santai, dan tidak lagi insecure terhadap hal di luar kendali.
Hidup bukan mengejar semua hal, melainkan memilih apa yang layak dipertahankan.






