Menguak Jejak Jembatan Sitantu di Padureso: Dari Akses Vital Era Penjajahan Hingga Tragedi Jembatan yang Hilang

Jembatan Sitantu
Jembatan Sitantu tahun 1930. Sumber: x.com/DisarpusKebumen

Menyibak Tabir Masa Lalu: Urat Nadi Sendangdalem dan Kali Gubug yang Terlupakan

PERNAHKAH pembaca membayangkan bagaimana sulitnya membelah derasnya sungai di perbukitan Kebumen pada zaman penjajahan Belanda? Jauh sebelum aspal mulus dan konstruksi baja kokoh membentang, masyarakat di Kecamatan Padureso harus bertaruh nyawa menghadapi derasnya Sungai Bedegolan.

Melalui sebuah potret lawas bertarikh 1930 yang berhasil didokumentasikan, kita bisa melihat wujud Jembatan Sitantu. Jembatan kayu sederhana namun megah pada masanya ini dulunya adalah akses utama satu-satunya yang sukses menghubungkan mobilitas warga Desa Sendangdalem dan Kali Gubug, jauh sebelum Jembatan Bedegolan modern berdiri gagah seperti sekarang.

Tragedi Menjelang Peresmian: Misteri Hanyutnya Sang Jembatan Pengganti

Seiring berjalannya waktu, struktur jembatan Sitantu lawas tak lagi mampu menahan beban zaman. Menariknya, dari hasil penelusuran redaksi, pemerintah sempat membangun jembatan pengganti yang lokasinya bergeser sedikit ke sebelah utara dari jembatan Sitantu asli.

BACA JUGA: Rahasia Mencegah Mati Muda, Kontrol Gula dan Latihan Beban Kunci Sehat

Namun, kisah pilu justru mewarnai proyek ini. Menurut informasi yang kami dapat, hanya beberapa minggu sebelum peresmiannya, sebuah peristiwa banjir yang luar biasa besar menerjang dan menghanyutkan hampir seluruh struktur jembatan yang baru dibangun tersebut. Dan menurut penelusuran tim sejarah lokal, peristiwa tragis ini terjadi pada sekitar tahun 1975 di musim penghujan.

Saat ini, jejak keganasan alam tersebut hanya menyisakan bongkahan pondasi jembatan yang masih bisa pembaca lihat tak jauh dari area Makam Syech Sabarudin di Desa Sendangdalem atau jika aksesnya melalui jembatan Sitantu lama (perbatasan Desa Sendangdalem dan Desa Rahayu, cukup berjalan menyisir ke arah hulu (utara) kurang lebih sekitar 100 meter.

Jembatan Sitantu
Pondasi Jembatan Sitantu yang dibangun tahun 1975. Foto: Gita Kurniawan
Lahirnya Jembatan Bedegolan dan Bayang-Bayang Misteri Kedung Sitantu

Gagalnya jembatan pengganti tersebut tak menyurutkan langkah pembangunan. Pembangunan infrastruktur pengairan raksasa Waduk Wadaslintang pada dekade 1980-an akhirnya membawa angin segar. Sebuah jembatan baru bernama di Sungai Bedegolan akhirnya berhasil dibangun di Desa Sendangdalem, tepatnya arah selatan yang tidak jauh dari area pintu air waduk tepatnya di sekitar Dukuh Kidul Gunung Desa Sendangdalem.

Jembatan baru ini tak hanya meneruskan tongkat estafet jembatan Sitantu, tapi juga menyempurnakan visi besar sistem irigasi warisan Bupati Kebumen Arung Binang IV.

Berita terkait