Desa Sidayu Kembangkan Kebun Melon Premium Hidroponik, Bisa Petik Langsung

Kebun Melon
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memetik melon. Sumber: Hari SW

GOMBONG, Beritakebumen.com – Pemerintah Desa Sidayu, Kecamatan Gombong, Kebumen melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sida Makmur mengembangkan kebun melon premium berkonsep open farm. Inovasi pertanian modern berbasis hidroponik ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, saat meninjau fasilitas greenhouse “Si Maksi Hydro Farm”, Jumat (22/5/2026).

Bupati Lilis Nuryani didampingi Camat Gombong Angga Aulia Primanda dan Kepala Desa Sidayu Sudjiono. Program budidaya melon hidroponik tersebut bisa menjadi contoh optimalisasi dana desa yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis teknologi.

Berita Lainnya

Ketua Pengelola BUMDes Sida Makmur, Eko Priyo menjelaskan bahwa pengembangan kebun melon premium dipilih setelah rencana awal penerapan corporate farming komoditas padi belum dapat direalisasikan karena kendala persyaratan teknis.

“Budidaya melon hidroponik dipilih sebagai alternatif yang paling memungkinkan untuk dikembangkan saat ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Viral Isu Teror Pocong di Kebumen, Kapolres: Itu Hoaks Rekayasa AI, Warga Jangan Panik

Fasilitas pertanian modern itu menggunakan sistem hidroponik Deep Floating Technique (DFT) dengan kapasitas mencapai 1.176 lubang tanam di atas lahan seluas 396 meter persegi. Untuk memenuhi kebutuhan pasar premium, pengelola membudidayakan tiga varietas unggulan, yakni Inthanon, Sweet Lavender, dan Golden Aroma.

BUMDes menargetkan panen pertama berlangsung pada usia tanam 90 hingga 100 hari setelah tanam (HST) dengan estimasi produksi mencapai 1,5 hingga 2 ton melon segar.

Meski menjadi pengalaman pertama mengelola pertanian hidroponik, BUMDes Sida Makmur menggandeng pihak ketiga sebagai mitra pendamping. Kerja sama itu mencakup pengelolaan budidaya, pemeliharaan tanaman, hingga strategi pemasaran hasil panen.

BACA JUGA: Program TMMD di Kebumen Resmi Ditutup, Jalan Rabat Beton 800 Meter Selesai Dibangun

Tak hanya fokus pada produksi, Si Maksi Hydro Farm juga mulai membuka kawasan kebun bagi masyarakat melalui konsep open farm. Pengunjung dapat datang langsung untuk melihat kebun, memetik, sekaligus membeli melon segar langsung dari tanaman.

Pengelola menyebut, khusus varietas Golden Aroma, proses panen akan dilakukan saat usia tanam mencapai 100 HST agar kualitas rasa dan tingkat kemanisannya tetap optimal.

Bupati Beri Apresiasi Inovasi

Di sela kunjungannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Sidayu bersama BUMDes Sida Makmur dalam mengembangkan ketahanan pangan modern.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi ketahanan pangan ini. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan dana ketahanan pangan di tingkat desa dapat dikelola secara produktif dan modern melalui teknologi greenhouse,” kata Lilis.

BACA JUGA: Limbah Pelepah Pisang di Kebumen Tembus Pasar Ekspor, Omzet Ratusan Juta

Menurutnya, metode hidroponik menawarkan efisiensi lebih tinggi karena tidak bergantung pada media tanah konvensional, namun tetap mampu menghasilkan buah berkualitas premium.

“Semoga hasil panen dari kebun ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga memiliki nilai ekonomis di pasaran. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung program produktif seperti ini agar dapat direplikasi desa lain. Konsep open farm juga menjadi sarana edukasi agrowisata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran kebun melon premium di Desa Sidayu diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pertanian modern di Kebumen, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan agrowisata berbasis desa. ***

Berita terkait