Limbah Pelepah Pisang di Kebumen Tembus Pasar Ekspor, Omzet Ratusan Juta

Limbah pelepah pisang di Kebumen tembus pasar ekspor. (Foto: Kebumen TV)

PREMBUN, Beritakebumen.com – Siapa sangka limbah pelepah pisang yang kerap dibuang begitu saja kini menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

Di Kabupaten Kebumen, pasangan suami istri Andrianto dan Linda Setyowati berhasil menyulap limbah tersebut menjadi produk anyaman yang diminati pasar internasional.

Berita Lainnya

Melalui usaha bernama Leles Banana yang berlokasi di Desa Pecarikan, Kecamatan Prembun, mereka memproduksi tambang pelepah pisang berkualitas.

Bahan baku ini diolah menjadi berbagai produk rumah tangga estetik seperti keranjang, tempat alat tulis, hiasan dinding, hingga karpet alam.

Usaha yang dirintis sejak Agustus 2025 ini lahir dari pengalaman Andrianto sebagai pemasok bagi pengrajin di Karangayam.

Setelah memahami seluruh proses produksi, ia memberanikan diri membuka rumah produksi sendiri.

Serap Ratusan Tenaga Kerja

Kehadiran Leles Banana membawa dampak besar bagi perekonomian warga sekitar. Usaha ini mempekerjakan ratusan warga, baik di lokasi produksi maupun dari rumah masing-masing.

BACA JUGA: Tetap Bertahan di Era Modern, Warga Tambaharjo Kebumen Produksi Caping Bambu Turun-temurun

“Kami ingin membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus membantu warga mendapat penghasilan tambahan,” ujar Linda Setyowati.

Para petani setempat juga diuntungkan karena pelepah pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan kini memiliki nilai jual.

Tembus Pasar Luar Negeri

Setiap minggu, berton-ton tambang pelepah pisang dikirim ke pengrajin besar dari Kulon Progo, Bantul, hingga Cirebon.

Dalam sekali kirim, konsumen bisa mengangkut hingga 4 ton dengan frekuensi dua kali seminggu.

Produk anyaman ini tidak hanya laris di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor.

Tren gaya hidup ramah lingkungan membuat prospek kerajinan pelepah pisang di Kebumen diprediksi terus berkembang pesat.

Berita terkait